Oleh: Satria Dharma | November 21, 2009

PERBUDAKAN DALAM ISLAM

Saya akan melanjutkan obrolan saya sebelumnya pada topik “Hukum Tuhan yang Berubah”. Tapi kali ini akan saya bikin dalam topik tersendiri, yaitu “Perbudakan dalam Islam”. Kebetulan saya sedang berada di perut Batavia dalam perjalanan pulang dari Manado ke Balikpapan dan punya waktu satu jam lebih sebelum mendarat.

Hukum atau syariat Islam tentang perbudakan ini menurut saya sangat menarik. Jelas sekali bahwa Tuhan ingin agar perbudakan itu dihapus dalam kehidupan karena perbudakan itu sungguh tidak sesuai dengan prikemanusiaan. Tapi kita tidak akan menemukan satu pun teks dalam AlQuran yang secara jelas menyatakan bahwa perbudakan harus dihapuskan. Pendekatan yang digunakannya berbeda dengan pendekatan yang digunakan untuk mengatasi masalah khamr, poligami, atau riba, misalnya.
Baca Lanjutannya…

Oleh: Satria Dharma | November 18, 2009

HUKUM TUHAN YANG BERUBAH

Seorang teman bilang bahwa hukum atau aturan Tuhan itu tetap dan tidak akan pernah berubah. Sekali ditetapkan selamanya akan berlaku seperti itu. Saya bilang tidak. Hukum atau aturan Tuhan bisa berubah disesuaikan dengan perkembangan jaman. Yang dulunya diperbolehkan suatu saat bisa saja dilarang karena jaman sudah berubah.

Contoh yang gampang itu soal poligami
Baca Lanjutannya…

Oleh: Satria Dharma | Oktober 24, 2009

Poligami Club, The Story Under…

poligamiAlkisah …
Di sebuah perkampungan yang selama ini suasananya aman tentram kerta raharja tiba-tiba terjadi perubahan. Terjadi ketegangan antara para suami dan para istri di kampung tersebut. Suasana yang biasanya romantis dan rukun berubah menjadi tegang dan tidak ada lagi tawa dan canda diantara mereka. Para suami tiba-tiba dimusuhi oleh para istri. Mengapa demikian?
Para ibu ternyata melihat gejala yang aneh dari para suami mereka yang tiba-tiba menjadi lebih genit daripada biasanya. Para suami yang biasanya sarungan setiap pagi dan tidak mandi kalau tidak diteriaki berkali-kali oleh istirnya tiba-tiba sejak pagi sudah mandi bersih dan berpakaian lengkap dengan sisiran yang klimis .Usut punya usut ternyata hal tersebut disebabkan oleh munculnya sebuah perkumpulan eksklusif bernama “Polgam Club” di kampung tetangga yang punya slogan “Why Only One If You Can Get More?”, “God Bless Those Who Allow Husbands.”, “Why Go Illegal If You Can Go Legal?”, dll… dll…
Ringkasnya, para suami menuntut agar mereka juga bisa memperoleh privilege yang diperoleh para anggota “Polgam Club” tersebut.’ Mosok mereka bisa kami tidak bisa?’, demikian kilah mereka. Lagipula berdasarkan statistik jumlah wanita lebih banyak daripada laki-laki. Entah statistic darimana yang mereka sampaikan. Kami tidak ingin terperosok dalam perzinahan yang semakin lama semakin mewabah. Alangkah baiknya kalau syahwat disalurkan secara syar’i daripada terjerumus, dll… dll… Tentu saja argumen mereka ini dijawab oleh para istri mereka dengan argumen,’Apakah servis kami selama ini kurang memuaskan sehingga perlu tukang servis lain? Satu aja ngak habis-habis kok.’. Dll… dll…
Baca Lanjutannya…

Oleh: Satria Dharma | Oktober 14, 2009

Mengapa Obama Mendapat Nobel Perdamaian?

obamaMungkin Anda bertanya-tanya mengapa Obama memperoleh penghargaan Nobel Perdamaian yang sangat bergengsi tersebut. Bukankah Obama masih juga melancarkan perang ke berbagai penjuru dunia dan tidak mampu menekan Israel untuk berhenti meneror dan membunuhi rakyat Palestina? Lantas apa dong kontribusinya pada perdamaian dunia?
Artikel berikut ini mungkin bisa menjelaskannya.

The Nobel Prize, the Brand and the President
By Gilad Atzmon
Baca Lanjutannya…

Oleh: Satria Dharma | Oktober 14, 2009

Mengeluh atau Mengubah Keadaan?

mengeluhTidak perduli apa pun profesi Anda. Tidak perduli seberapa sulit pekerjaan Anda. Anda punya dua pilihan dalam menghadapinya : Mengeluh atau Mengubah Keadaan.
Anak-anak saya juga sering menggerutu dan mengeluhkan berbagai hal dan karena bosan mendengar keluhan itu-itu juga maka saya menuliskan di sebuah kertas kuarto dan melaminating pesan berikut : “Kita Tidak Mengeluh dan Menggerutu. Kita Mengambil Tindakan dan Mengubah Keadaan.” Jadi setiap kali mereka mulai menggerutu atau mengeluh saya akan bertanya,:”Apakah kamu mengeluh? dan menyuruh mereka untuk membaca kembali pesan yang sudah saya laminating tersebut. It works! Mereka akan berhenti mengeluh meski sering juga mereka membantah,:”Nggak! Aku nggak mengeluh kok! Aku cuma bilang …”

Berikut ini ada cerita yang saya pungut dari milis lain yang mungkin menarik untuk kita jadikan sebagai pertimbangan dlam mengubah sikap kita dalam memandang hidup.
Enjoy!
Salam
Satria
Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori