Dear all.
Ini tulisan saya setahun yang lalu. You might want to enjoy it.
Salam
Satria
SAKSI JEHOVAH DI RUANG TAMU SAYA
Hari ini saya dapat dua orang tamu istimewa. Istimewa karena mereka adalah misionaris dan lebih istimewa lagi karena mereka masih begitu muda. Salah satunya bernama Kolin masih remaja, atau baru beranjak dewasa dan satunya, yang bernama Andre, bahkan baru berusia 12 tahun.
Baru berusia 12 tahun dan dia sudah dilatih untuk menjadi seorang ‘da;i’! Bukti bahwa kaderisasi da’i di agama Nasrani memang tidak main-main. Mereka berdua adalah ‘witness’, sebutan bagi misionaris dari Saksi Jehovah. Bagi Anda yang awam, Saksi Jehovah adalah pecahan atau aliran dalam agama Nasrani yang berbeda dengan Protestan, Katolik,Advent, Mormon, dan aliran lainnya. Saksi Jehovah sangatlah gigih dalam mewartakan kebenaran ajaran mereka bahkan pada sesama Nasrani. Mereka
telah melatih kader-kader mereka sejak begitu kecil untuk menjadi ‘witnes’, alias ‘saksi’ kebenaran ajaran mereka. Andre yang baru berusia 12 tahun pun telah diminta untuk mencari pengalaman langsung di lapangan. Dan pagi itu mereka datang ke rumah saya.
Dengan sopan mereka membuka pembicaraan dengan mengatakan bahwa mereka bukan ‘sales’ yang hendak menawarkan barang. Dengan mudah saya menebak bahwa mereka tentulah ‘misionaris’ Nasrani, meskipun belum tahu dari aliran apa. Mereka punya ciri khas, penampilannya sopan, kata-katanya halus dan pakaiannya rapi dan bersetrika licin. Saya bahkan bisa mengetahuinya sejak mereka masuk. Itu sudah menjadi ‘brand image’ mereka (bandingkan dengan ‘brand image’ yang melekat pada ‘misionaris’ Islam).
Ketika saya persilakan untuk masuk dan duduk mereka langsung menyodorkan buletin tipis “Sedarlah” dan berkata bahwa mereka ingin berbagai informasi tentang masalah-masalah umum. Saya langsung tahu bahwa mereka dari Saksi Jehovah. Majalah “Sedarlah” adalah versi bahasa Indonesia dari buletin “Awake” terbitan Brooklyn, Newyork dan telah terbit bahkan sebelum saya lahir. Saya tidak tahu sejak kapan buletin tersebut dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia.
Bertemu dengan misionaris yang datang ke rumah sebenarnya suatu kesenangan bagi saya karena saya menikmati berdiskusi dengan mereka. Ahmed Deedat almarhum (semoga Allah merahmatinya) telah mengajarkan bagaimana menghadapi mereka. Sayang sekali saya jarang mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan mereka. Jadi ini suatu kesempatan yang istimewa bagi saya.
Setelah menerimanya saya langsung bertanya pada mereka apakah mereka tahu bahwa buletin yang mereka tawarkan tersebut aslinya bernama “Awake”? Mereka ternyata tahu karena memang ada penjelasannya di buletin tersebut. Saya kemudian menyampaikan bahwa saya pernah membaca
artikel di buletin “Awake” terbitan tahun 1957. Mereka tentu heran.
Mereka kemudian menjelaskan bahwa buletin “Awake” itu terbitan New York yang saya jawab ‘Ya, di daerah Broolyn.” Mereka menjadi lebih heran.
Saya kemudian masuk ke kamar dan mengambil buku berjudul “The Choice” yang merupakan kumpulan tulisan Ahmed Deedat dan menunjukkan kopi artikel “Awake” pada tanggal 8 September 1957. Judul artikel tersebutadalah “50.000 Errors in Bible” Saya kemudian menjelaskan bahwa pada artikel “Awake” tersebut Saksi Jehovah menyatakan bahwa ada 50.000 kesalahan dalam Alkitab mereka sehingga perlu direvisi. Revisi itu dilakukan pada tahun 1971 oleh lima puluhan sarjana dan ahli AlKitab paling top pada masa itu sehingga muncullah Revised Standard Version 1971 yang merupakan revisi dari RSV 1952. Tapi untuk versi Indonesianya baru diterjemahkan pada tahun 1974
menjadi ALKITAB yang diterima dan diakui oleh Konperensi Waligereja Indonesia. Saya memiliki sebuah AlKitab hadiah dari seorang teman.
Mereka memeriksa Alkitab mereka dan membenarkan.
Kami kemudian ngobrol dan saya lebih banyak mendengar. Saya ingin tahu apa sebenarnya yang hendak disampaikan. Seperti yang saya duga, mereka sangat halus dan tidak main tembak langsung. Mereka hanya ingin menyampaikan buletin dan brosur, hanya itu. Mereka tidak menjawab pertanyaan-pertanya an saya yang bakal menimbulkan adu argumentasi.
Mereka bahkan tidak tertarik ketika saya tunjukkan beberapa kaset video dan buku tentang diskusi antara Islam dan Saksi Jehovah. Nampaknya mereka sudah dilatih untuk tidak meladeni diskusi ataupun pembicaraan yang lebih jauh mengenai kepercayaan mereka.
Tapi mereka akhirnya bercerita banyak tentang kepercayaan mereka dan bedanya dengan aliran lain seperti Protestan dan Katolik. Mereka tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, melainkan hanya Nabi, yang artinya sama dengan Islam. Mereka juga tidak minum minuman keras dan makan daging babi, yang sekali lagi sama dengan kepercayaan dalam Islam.
Mereka juga menganggap bahwa 25 Desember bukanlah hari kelahiran Yesus dan Natal sebenarnya pada bulan Oktober. Mereka bahkan dengan lancar menjelaskan sejarah tentang terjadinya kekeliruan penetapan Natal tersebut yang merujuk ke tradisi pagan kerajaan Romawi yang menyembah dewa matahari pada waktu itu.
Si Andre yang masih anak-anak tersebut lantas bercerita tentang beberapa anekdot tentang perlawanan dan tentangan terhadap apa yang mereka lakukan tapi kemudian menjadi berbalik menjadi simpati karena mereka mampu meyakinkan orang-orang tersebut. Seorang anak berumur 12
tahun bercerita pada saya tentang nilai-nilai yang diyakini dan perjuangannya! Amazing! Sementara itu anak saya yang berusia sama dengannya sedang bertengkar dengan adiknya karena berebut main game di komputer.
Tidak ada yang baru bagi saya dari apa yang mereka sampaikan dan bagikan karena saya memang pernah membaca tentang kepercayaan mereka.
Tapi saya dengan gembira mendengarkan mereka karena beberapa hal.
Pertama, pagi itu saya kebetulan tidak sibuk dan jarang ada misionaris datang kerumah saya. Kedua, saya salut dan hormat pada mereka yang mampu membuat dua remaja ini bersedia untuk berkeliling menyampaikan ‘dakwah’ mereka. Ketiga, saya juga kagum pada kehalusan dan kesopanan mereka dalam menyampaikan ‘dakwah’ mereka. ‘Da’i’ canggih seperti initentunya tidak mudah dan butuh pelatihan yang hebat untuk mencetaknya.
Militansi seperti ini membuat saya iri. Seandainya saja kita bisa mencetak kader-kader “Saksi Islam” yang bukan hanya berdedikasi tinggi tapi juga memiliki kehalusan, kesopanan, dan kecanggihan dalam menyampaikan pesan dan berdiskusi semacam ini pada usia yang begitu muda. Kita punya ‘produk’ yang jauh lebih baik ( dan kita anggap sempurna) dan universal tapi ‘marketer’ dan ‘human relation staff’ yang payah. Mereka, para ‘marketer’ Islam tersebut kalau boleh disebut begitu, bukannya menjelaskan ‘produk’ mereka, tapi justru meminta-minta sumbangan ‘in the name of Islam’. Jadi sebenarnya kita tidak punya ‘marketer’ seperti mereka yang ‘memasarkan’ ke luar. Da’i kita sibuk
meladeni ‘orang dalam’ dan tidak ada yang bertugas untuk ‘memasarkannya’ ke luar seperti yang dilakukan oleh para misionaris.
Padahal sebenarnya ‘Balighu anni walau ayah’, Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat’ demikian anjuran Rasulullah. Kita terlalu yakin dengan kehebatan ‘produk’ kita sehingga merasa tidak perlu untuk ‘memasarkannya’ . The product speaks for itself, alasan kita.
Apakah kita tidak bisa mencetak kader yang militan? Tentu saja bisa. Islam terkenal dengan militansi kadernya. Sayang sekali bahwa militansi tersebut belum diikuti dengan kecanggihan dalam menjelaskan produk. Sebaliknya justru banyak sekali umat Islam yang mendatangi rumah-rumah
orang Nasrani, bukannya untuk menjelaskan tentang kebenaran Islam tapi justru untuk minta sumbangan! Sebuah ironi. Bisa dibayangkan ‘brand image’ yang muncul dari ‘campaign’ macam begitu.
Saya juga lantas teringat betapa kita menghancurkan sesama Islam karena perbedaan keyakinan seperti yang terjadi pada orang-orang Ahmadiyah. Benarkah Islam mengajarkan hal ini? Bukankah Rasul sendiri pernah menyatakan bahwa Islam akan terpecah menjadi 73 bagian dan hanya 1
bagian yang benar, yaitu yang menegakkan AlQur’an dan hadist. Hanya itu. Tidak ada anjuran ataupun perintah Rasul agar mereka yang merasa sebagai bagian yang benar itu menghantam, menghakimi dan menghabisi 72 golongan lainnya yang salah dan tersesat.
Kepada umat beragama lain kita tidak kurang kerasnya. Semakin hari semakin banyak kita dengar keluhan dari umat lain yang kesulitan untuk mendirikan rumah ibadah maupun yang gerejanya dibongkar karena tidak ada ijinnya. Sebagian dari kita merasa bahwa menghalang-halangi umat
lain untuk beribadah sesuai dengan agamanya adalah suatu kebajikan.
Toleransi seolah bukan ruh atau spirit Islam.
Ironi yang paling menyesakkan dada adalah digunakannya nama Islam oleh para teroris untuk membunuh orang-orang yang tidak bersalah. Bagaimana mungkin kita bisa bilang pada umat lain bahwa Islam adalah agama yang membawa kebenaran dan keselamatan jika ternyata ada umatnya yang justru melakukan terorisme dan pembunuhan massal pada orang-orang yang tidak bersalah dan menganggapnya sebagai ‘ajaran suci’ agama Islam dan merasa berhak untuk masuk surga dan bertemu dengan para bidadari! Ini bukan hanya ‘bad campaign’ tapi sudah masuk dalam kategori pengkhianatan perjuangan Islam dan pelakunya patut dipancung kepalanya. Bayangkan seandainya pada jaman Rasulullah ada oknum yang mengaku beragama Islam dan membunuhi anak-anak, perempuan, dan orang tua di rumah-rumah mereka bukan pada saat perang dan dengan bangganya mengatakan,”Ya Rasulullah, lihatlah pedangku yang berlumuran darah ini.Saya telah membunuhi mereka yang bukan Islam pada saat mereka lengah di rumah-rumah mereka. Kuhabisi mereka dengan cepat bahkan tanpa mereka sadari. Saya merasa layak untuk masuk ke surga dan patut mendapat pelayanan beberapa bidadari untuk ganjaran perbuatan saya tersebut.” Saya bisa bayangkan betapa marahnya Rasulullah pada oknum yang mencemarkan ajaran Islam seperti ini. Hukum qisas pasti akan dijatuhkan padanya.
Seandainya kita bisa belajar dari ini semua.
Balikpapan, 4 Desember 2005
Satria Dharma
Des 14, 2007 @ 13:13:20
Berkaitan dengan tulisan ini:
Saya juga lantas teringat betapa kita menghancurkan sesama Islam karena perbedaan keyakinan seperti yang terjadi pada orang-orang Ahmadiyah. Benarkah Islam mengajarkan hal ini? Bukankah Rasul sendiri pernah menyatakan bahwa Islam akan terpecah menjadi 73 bagian dan hanya 1 bagian yang benar, yaitu yang menegakkan AlQur’an dan hadist. Hanya itu. Tidak ada anjuran ataupun perintah Rasul agar mereka yang merasa sebagai bagian yang benar itu menghantam, menghakimi dan menghabisi 72 golongan lainnya yang salah dan tersesat.
Barangkali hadith ini bermanfaat:
Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: “Tolonglah saudaramu yang melakukan kezoliman dan yang dizolimi, seseorang berkata : wahai Rasulullah saya akan menolongnya jika dia seorang yang dizolimi, lalu bagaimana saya menolongnya jika dia melakukan kezoliman? Rasulullah bersabda: kamu menahannya, atau menghalanginya dari kezoliman, maka hal itu adalah cara untuk menolongnya.” (H.R. Bukhari).
Bukan maksudnya bahwa orang yang keliru harus dibunuh, tetapi orang yang jelas2 keliru (seperti kaum yang menolak semua hadiths) sebaiknya diajak kembali ke golongan yang “satu”.
Jun 08, 2008 @ 07:59:35
Salamun ‘alaik..
Saya baru saja membaca tulisan ini di thn 2008. Sebenarnya saya td sedang browsing di google search engine ttg Saksi Jehova.
Alhamdulillah saya menemukan tulisan ini.
Jujur saja, saya sangat kagum dgn mereka yg mampu melakukan kaderisasi dgn cara yg ahsan. Bahkan mereka bisa bersikap secara Al Quran, dibanding dgn kita yg mengaku sbg warga muslim.
Hari ini kita semakin diperlihatkan oleh diri kita sendiri bahwa Islam saat ini sangat tidak hanif lg sebagaimana yg telah Rosulullah Muhammad perjuangkan.
Saya bahkan membandingkan dgn masa Rosulullah Muhammad hidup; bahwa perilaku kita saat ini seperti perilakunya Abu Uzza, Abu Jahal, dan Abu Sofyan.
Namun demikian, alhamdulillah saat ini perlahan-lahan Allah memperlihatkan kepada kita bahwa Allah masih memiliki marketer Al Quran yg handal. Mereka saat ini sedang berkiprah dengan kaderisasi yg lebih dahsyat drpd Saksi Jehovah.
Islam sebentar lagi akan pulih dari sakitnya, sebentar lagi Islam akan terbangun dari tidurnya, karena bangsa-bangsa akan habis masa tenggangnya utk menina-bobokan ummat Islam.
Salam kenal mas Satria..
Salamun ‘alaik..
Jun 15, 2008 @ 23:52:04
marketer keagamaan seperti di youtube menjadi fenomena baru.
Sep 16, 2008 @ 23:32:16
Salam kenal Mas Satria
thanks atas infonya, ternyata memang benar bahwa saksi jehovah tidak mengimani Yesus sebagai Tuhan, pantesan saat saya nanya sama teman saya yang beragama Kathollik dia ngga mau menjawab.
Sekali lagi terima kasih Mas…
Mar 06, 2009 @ 11:35:19
wah.. terima kasih atas tanggapan positif yg Bapak sampaikan!
saya juga slh satu SSY dan jarang sekali saya baca blog seperti yg Bapak miliki.
org cenderung berpandgan bahwa kami sesat, tapi Bapak berbeda sekali, Bapak mau menerima rekan kami dengan hangat.
semoga sampai sekarang pun Bapak masih senang utk berdikusi dgn SSY!
Apr 21, 2009 @ 21:35:27
hmmm
karya tulis yang langka menurutku.
hehehehe.
semoga dapat selalu terus memancarkan kedamaian tanpa pamrih apapun.
salut !
Mei 07, 2009 @ 15:05:16
Pak, saya kagum pada tulisan Bapak.
Semoga banyak muslim2 yg bisa open minded tp tetap tegas tanpa mengurangi citra kemusliman nya itu sendiri.
Seperti Bapak bilang sendiri, kita ini sebenernya marketer dan representatif Islam itu sendiri.
Sangat disayangkan punya barang bagus tp prakteknya kacau beliau.
Terus berkarya, Pak !
Jun 18, 2009 @ 14:44:15
wew. .
tulisan yang sangat mengesankan.
saya sendiri juga punya teman seorang saksi yehuwa. bisa dibilang kami bersahabat, dan saya sangat kagum pada ketaatannya, dan kematangannya dalam menyampaikan ajaran mereka.
saya berharap semoga islam bisa lebih keren dari mereka.
hoho . .
Jun 26, 2009 @ 10:06:25
Subhanallah… baca ini, tersentuh, ketawa sendiri – bisa jadi menertawakan diri sendiri – karena memang apa yg bapak tulis adalah sesuatu yg benar2 terjadi dan mungkin pernah saya alami. hhh… sebegitu sulitkan jadi “marketer” yang handal ???
Ya Rabbi… maafkan kami…
Jun 26, 2009 @ 16:36:41
wah, saya telat baca nih… uda 2009 baru baca.
bagus banget pak tulisannya, tegas tapi sopan. intropeksi tanpa mencoreng image Islam. luar biasa.
Jul 07, 2009 @ 08:04:21
Saya katolik. saya berharap umat Islam seperti pak Satria, dapat memahami bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan penuh kemerdekaan memilih. Prinsipnya Agama yang dipilih adalah agama yang memuliakan nilai kemanusiaan, karena manusia bukan untuk agama tapi agama untuk manusia. Saya juga pernah kedatangan tamu 2 orang Saksi Yehova, dan saya terima dengan baik. Saya diskusi dengan mereka beberapa kali namun selanjutnya mereka tak datang lagi. Saya tak alergi dengan keimanan orang lain, ia punya hak untuk menyampaikannya, sepanjang sopan, tidak memaksakan apalagi dengan perilaku dekstruktif. Saya merasa bahwa bagaimana rasa buah dapat dekenali dari pohonnya petani-petani yang menanamnya.
Jul 08, 2009 @ 15:16:43
Nilai agama itu akan terlihat dari perbuatan kita terhadap sesama. Jadi tidak perlu dibesar-besarkan, mana agama yg benar dan mana agama yg tidak benar. Jalani saja menurut hati nurani masing-masing. Dan marilah bercermin, sejauh mana kita telah berbuat KEBAJIKAN. Thanks
Jul 11, 2009 @ 10:51:47
“Ooh…, andaikata seluruh bumi dihuni orang-orang yg berwatak lembut, pengasih, sopan-santun, cinta damai dan berwawasan terbuka seperti Bpk Satria dan ke-2 anak remaja saksi Jehovah itu…, betapa indah dunia ini jadinya….”
Agu 24, 2009 @ 09:38:49
salut buat tulisan pak satria.lembut ,tenang,tp wawasannya tinggi,kita bisa tau bapak orang yang taat agama.seandainya semua seperti bapak.kemarahan,kecemburuan ,kebencian,keserakahan akan hilang dimuka bumi.maka jadilah damai .salut pak.
Agu 28, 2009 @ 14:46:32
salam hormat saya buat pak satria.
Agu 28, 2009 @ 21:57:00
Salam hormat saya juga untuk Anda Pak Ignas. Mari kita berdoa agar Tuhan mendamaikan hati kita.
Sep 14, 2009 @ 08:38:03
subhanallah… selamat pak Satria, andalah salah satu ‘marketer’ yang kita cari… Semoga banyak yang mendapat hidayah karena tulisan bapak,dan akan tercipta ‘marketer’ handal yang lainnya. Dakwah yang terindah adalah dengan memberi suri tauladan
amin..
Okt 13, 2009 @ 04:11:50
subhanallah…
saya senang sekali bisa baca artikel ini walaupun emang agak telat hehehe…
tdnya sih cuma penasaran sama agamanya MJ dulu yg katanya SY, karena emang blm pernah denger..
Tapi begitu baca artikel ini, saya jd sadar bahwa apapun agama yg kita anut, saling menghormati, tidak merasa paling benar akan membawa kedamaian d bumi ini.
Mudah2an kita semakin Qona’ah d jalan-Nya
Amin…
Wassalam
Okt 28, 2009 @ 03:49:06
kalau setiap manusia menyadari bahwa perbedaan harus ada, maka tak kan ada yg namanya pembunuhan, caci maki, bakar sana bakar sini dll yg merugikan rakyat, bersatulah rakyat Indonesia, buatlah perbedaan itu indah
Nov 23, 2009 @ 05:36:01
bagus sekali tulisannya pak..saya gak ada kata-kata lain untuk mengungkapkannya…terharu
Nov 24, 2009 @ 07:25:46
Sangat Ironic membaca bagian akhir, saya bisa dibilang misionaris untuk Islam di dunia maya (baru belajar dan cari pengalamn hehe..), saya punya pengalaman yg cukup sulit dan agak panas saat berdiskusi atau meladeni dgn mereka yg mungkin misionaris untuk kristen…. Tapi tak ada kata putus asa untuk menegakkan MILLATU IBRAHIM di bumi ALLAH, semoga tulisan anda dpt memotivasi umat Islam…….. Wassalam
Nov 24, 2009 @ 07:26:47
Sangat Ironic membaca bagian akhir, saya bisa dibilang misionaris untuk Islam di dunia maya (baru belajar dan cari pengalamn hehe..), saya punya pengalaman yg cukup sulit dan agak panas saat berdiskusi atau meladeni dgn mereka yg mungkin misionaris untuk kristen…. Tapi tak ada kata putus asa untuk menegakkan MILLATU IBRAHIM di bumi ALLAH, semoga tulisan anda dpt memotivasi umat Islam…….. Wassalam
Nov 29, 2009 @ 15:18:56
Most Wanted,
orang Indonesia
beragama apapun
untuk bersama sodara2 sebangsa
menjadi patriot kerukunan dan kedamaian
di negeri yg kaya perbedaan ini.
Salut u/ Pak Satria
Anda benar2 Satria,
dan masih dicari Satria2 lain
yg bisa berdialog secara dewasa
dengan orang yg berbeda.
Salam@mbah Sastro
Des 07, 2009 @ 16:14:23
Menurut saya, stigma yang dimunculkan dan ditempelkan dengan cara konspirasi halus bahwa Islam itu sama dengan teroris saat ini adalah kerjaan para kelompok Freemasonry. Adu domba antara Islam dan Nasrani selama ini yang telah terjadi di Indonesia adalah juga kerjaan mereka. Termasuk pembentukan paham komunis adalah bagian panjang konspirasi mereka. Narkoba yang beredar di Indonesia, adalah bagian renstra jangka panjang untuk kuasai Indonesia kedepan. Wahh panjang lagi untuk dibahas pada kolom yang singkat ini.
Des 30, 2009 @ 04:58:00
Salut untuk bapak,
dulu saya adalah seorang SSY..sedari kecil saya diajar untuk menjadi seorang pembicara yang cakap, santun dan bisa menunjukkan kasih..skrg saya mencoba dan berjuang untuk menjadi seorang muslimah, krn tidak mudah untuk meninggalkan apa yg sudah mendarah daging, tapi pd intinya islam juga mengajarkan kasih, dan kita adalah bangsa yg besar yg mampu menciptakan suatu kedamaian apabila kita mampu melatih misionaris2 kita…ammiinn
Des 30, 2009 @ 05:46:56
Selamat datang dalam Islam, agama yang membawa kedamaian di bumi, wahai saudariku. Semoga Allah melimpahimu dengan berkah, rahmat dan hidayahNya.
Jan 03, 2010 @ 12:57:25
ammiiinnnnnn…
saya tertarik utk mengenal bapak lebih jauh..dengan tujuan mengetahui lebih banyak ttg islam, krn jujur saya seperti manusia tersesat..bagaimana caranya pak untuk menghubungi bapak???
Jan 09, 2010 @ 00:38:59
Gw terlahir dikeluarga kristen protestan, dan gw juga berteman dengan banyak orang dari berbagai agama (pacar saya beragama islam), jujur saja saya rasanya pengen nangis baca artikle ini.. Karna baru kali ini ada artikle dimana comment2 nya tidak ada yang saling menyudutkan satu sama lain, menghargai setiap keputusan iman orang lain.. Berbeda dengan blog2 sebelah yang hanya menyudutkan dan mencaci serta mencari2 kesalahan dari agama orang lain.. Gw bukan orang yang sifatnya men-generalisasi kan segala sesuatu. Sebagai contoh Terorisme, yand dimana masyarakat dunia menuduh ISLAM sebagai ajaran atau agama teror dan otomatis umatnya adalah terorisme. Menurut gw mereka itu memilki pemikiran yang sempit dan egoisme yang tinggi, karna mereka tidak sadar pada saat mereka memfitnah dengan kata itu mereka dengan tidak sengaja telah mengaku bahwa mereka juga TERORIS.. Karna saya juga tau bahwa muslim terbagi menjadi bebrapa bagian berdasarkan ideologinya seperti contohnya islam extremist (ideologi yang menyimpang tentunya). Saya hanya berharap kiranya akan semakin banyak manusia2 yang open minded seperti orang2 yang ada di blog ini… cukuplah sudah peperangan yang hanya membuang tenaga, nyawa anak2 yang tak berdosa.. Manusia tidak berhak menentukan manusia lain itu berdosa, hanya THE ALL MIGHTY lah yang BERHAK…. PRAISE TO JESUS, PRAISE TO ALLAH AND THE PROPHET MUHAMMAD, PRAISE TO BUDDHA, PRAISE TO CONFUCIUS, PRAISE TO BRAHMAN, PRAISE TO YAHWEH, PRAISE TO JEHOVAH… PEACE FOR ALL MANKIND…..
Jan 18, 2010 @ 01:37:27
Jangankan tamu,Sepu” dari ayah saya itu beragama SAKSI JEHOVAH, ayah saya memilih islam karena ikut bunda saya tpi masalh nya bukan itu, yang jadi msalah adalah ayah saya keluar dari agama Saksi JEHOVAH di karenakan dari umur 3 tahun ayah saya bisa di bilang di paksa untuk menjadi ‘witness’ dan ketika ayah saya berumur 18 tahun ayah saya ikut dengan seorang pengusaha kecil yang di panggil opa oleh saya itu beragama islam ayah saya tinggal di opa selama 4 tahun dan ayah saya berfikir agama islam tidak ada paksaan dan hanya di wajibkan sholat,puasa, membaca Al-Quran,sedekah hanya itu dan ayah saya masih memeluk agama Jehovah ketika umur 22 tahun ayah saya meminta opa untuk memasukan ayah saya ke dalam agama islam,
dalam agama Jehovah ketika seroang anak yang di didik dari kecil untuk menjadi witness/ pun bukan witness sekali pun itu tidak di anggap keluarga/anak lagi oleh agama
di karenakan ayah saya bisa dibilang saat ini sedang di coba oleh ALLAH SWT untuk bisa mengubah kejadian yang beda menjadi sama
maaf jika ada kata yang mungkin memojokan 1 agama saya hanya ingin membagi saya sengan mempelajari agama lain dan saya lebih senang untuk mempelajari agama ISLAM yaitu agama saya sendiri
Mar 04, 2010 @ 05:29:38
thanks pak satria….,klw 100 orang saja seperti anda di indonesia ini,tentu akan lebih baik.
artikel anda benar2 awesome,walaupun telat bacanya maret 2010…
semoga sukses….!
Mar 13, 2010 @ 09:45:36
saya menanggapi tulisan ibu yg paling atas tentang (istilahnya) kurangnya org2 agama Islam memasrkan agamanya (dibandingkan dgan saksi Yehova yg masih anak itu). Kalau Yesus memang berfirman” Beritakanlah kabar baik ini ke seluruh penjuru dunia dan jadikanlah mereka muridKu”. kalau saksi Yehova menerapkan itu, tapi dengan pandangan Alkitab yang berbeda.
Menanggapi komentar bapa di atas. bukan agama Islam yg membawa kedamaian di bumi, bukan juga kristen, budha, hindhu, dll. Karena agama tidak menyelamatkan/membawa damai, tapi “barangsiapa percaya kepadaKu, satu-satunya jalan kebenaran dan hidup, maka ia akan selamat.” (berbahagia)
Jun 06, 2010 @ 17:30:34
sebenarnya semua agama mengajarkan hal yang baik..semua kembali kepada tiap-tiap org masing2…semua tergantung pd kepercayaan yg dianut, jangan mendengar untuk percaya dr mulut ke mulut, hingga kta melihatnya langsung…saya banyak bergaul dengan SY, dari tingkah dan perilaku yang taat dan sopan,saya yakin yg diajarkan adalah baik maksud dan tujuannya, sama dengan agama yg kita peluk masing2jika kita menjalankannya dengan taat dan berperilaku sopan jg..so..jgn negatif thingking ttg agama apapun itu jika kita tidak benar2 berada dan mengerti apa yg ada didalamnya…
ini cuman masukan,spy kita bs menghargai setiap agama dan hak2 manuusia satu sama lain. godbless
Jun 06, 2010 @ 17:37:49
@ satria : thx for your opini
saya sangat terharuu sekali dengan tulisan bapak…setidaknya ini membuka mata dan jiwa supaya tidak ada saling menghujat dan memfitnah agama lain dengan mengatakan/menuduh sesat.. krn menurut aku, tidak baik menghakimi agama lain pdhal blum tentu benar kenyataannya…fokus pd ajaran kita masing2 aja,krn jika kita memfitnah atau menghakimi itu bisa menjadikan diri kita yg sesat
Sep 15, 2010 @ 01:56:14
Hmm, menarik sekali, karena ada sekte kristiani yang ternyata mirip banget dengan keyakinan saya (Islam) seperti adanya keyakinan akan keesaan Tuhan sebagai sesuatu yang Tunggal. Begitu juga dengan buddhisme yang setelah saya tahu konsep keTuhanannya ternyata lebih maju lagi, yaitu infinitif-tak hingga. Andai kata saya punya anak terus menikah dengan yang berbeda keyakinan saya akan menyuruhnya menikah dengan yang memiliki entri poin sama dengan islam, yaitu Tuhan yang Tak bisa dipilah-pilah oleh apapun. Maaf saja pada yang beragama lain tapi tak memenuhi kriteria itu, buat saya kita wajib menghormati agama dan pemeluknya, namun bila sudah kontak untuk masuk dan involve dalam keluarga, maka Konsep TUhan itulah yang harus sama. Sedangkan berbuat baik bagi sesama buat saya itu adalah given, sebuah sunatullah, kalau tidak bisa berbuat baik, bukan manusia namanya. Jadi andai kata sekali lagi saya punya calon menantu yang berbeda keyakinan, maka saya akan menganggapnya dia adalah personal berkarakter baik, hanya saja I ‘ll pu the string on it dgn menanyakan “Apa kamu percaya pada Apa yang tak Bisa Dipilah itu ?”
Sep 19, 2010 @ 10:07:13
andai saja semua orang searif bapak.Paasti damai indonesia kita.Tuhan memberkati bapak dan keluarga.
Sep 24, 2010 @ 13:08:43
Saya paling suka dan sependapat dengan Saudara/i batarawatson
Benar, baru kali ini saya menemukan blog di mana komentarnya tidak ada hujat-hujatan.
Saya pernah didatangi misionaris sekali, dan saya menikmati berdialog dengan mereka, saya terima brosur mereka dan kami bertukar pikiran.
Salut buat Bapak.
Okt 19, 2010 @ 11:28:10
ya semoga semua warga menyadari hal ini,
saksi jehova banyak sekali di lingkungan saya,
tapi sayangnya mereka masih bermaksud menggarap lahan yang sudah digarap orang lain.
meski kita sebagai warga harus saling menghargai.
Apr 28, 2011 @ 06:10:49
ass, pak satria, terimakasih. saya menikmati tulisan anda. beberapa kali sayapun mendapat kunjungan “misionaris”. tentu saja sy akan menghadapi mereka dengan baik karena mereka santun dan tidak membuat sy terancam. sy anggap mereka sedang bersilahturahmi saja. walaupun ada yang mundur ketika melihat saya berkerudung. jadi betul, sebaiknya pula kita harus belajar banyak tentang mereka agar kita bs menghadapi mereka, seperti yang dikatakan teman anda, ahmad deedat. wass.
Mei 08, 2011 @ 16:21:08
”open mind” adalah salah satu kunci kesuksesan di jagat raya ini,,,so,,bukalah pikiran kita,,karena masih banyak yang perlu kita pelajari tentang aspek kehidupan ini…
Mei 10, 2011 @ 09:38:26
Hi, Pak Satria.
Thanks for sharing.
Saya juga pernah (dan sekarang masih) didatangi secara rutin oleh saksi jehovah.
Sayangnya, ketika saya minta bukti bahwa tuhan memang ada, mereka sodorkan CIRCULAR LOGIC ARGUMENTATION, which is; “Tuhan ada karena kitab bilang begitu”.
Nah, bagaimana kita tahu kitab itu benar? Dijawab: “Karena tuhan yang menurunkannya.”
Similiar to: Di mana alamat anda? Di sebelah kanan kantor pos. Lalu, di mana posisi kantor pos yang anda maksudkan? Di sebelah kiri rumah saya.
Absurd!!!
Okt 11, 2011 @ 06:35:05
Luar biasa bapak Satria ini, tulisan anda begitu berharga untuk dibaca. Karena sikap bapak yang sungguh open mind menanggapi hal itu dan lebih membuka mata saya tentang agama Islam yang sesungguhnya. Karena memang tidak ada agama manapun yang bertujuan untuk merugikan orang lain. Salut juga bagi setiap koment untuk tulisan bapak yang juga tidak memojokkan salah satu agama. Semoga masi ada seribu orang lagi yang berpola pikir dan bersikap seperti bapak untuk bisa menciptakan kedamaian di negara kita.
Des 15, 2011 @ 10:42:19
luar biasa sekali cara penulisan bpk , saya sangat terpana sekali.
seakan akan bapak sedang berbicara kepada saya.
Salam Hangat
Deden Sulaiman
Des 31, 2011 @ 04:52:47
hahahah… bidadari?
apakah anda harus lucu,
apakah nafsu anda masih ada jika
tubuh anda sudah jadi jasad…
di mana otak anda?
Jan 05, 2012 @ 12:40:00
Aku menganggap sebagai kehormatanku, bahwa aku tidak melakukannya di tempat-tempat,dimana nama Kristus telah dikenal orang,supaya aku jangan membangun diatas dasar,yang telah diletakkan orang lain . ROMA 15 : 20. Jika siapa saja yang mengaku dan mendasari Iman mereka dari INJIL,serta membaca dan memahami ayat tsb mereka tidak akan (perlu) memciptakan,menjadi,misioner,yang akan menggoyahkan apa yang telah menjadi dasar keimanan orang lain,tetapi jadilah kader,da’i,misioner yang dapat meningkatkan Iman,ketaatan ajaran masing masing . Niscaya dunia (Idonesia) akan damai . Sebagai penutup dari harapan saya ini,marilah kita semua memperhatikan, memahami :”Tetapi jika yang sempurna tiba,maka yang tidak sempurna itu akan lenyap . 1Korintus 13 :10 seyogianya diperhatikan (dibaca) dari ayat 4 s/d 12 . Dan dari semua itu kita bersukacita dan berbahagia dalam damai didalam ayat 13 . [ Demikianlah tinggal ketiga hal ini,yaitu iman, penharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih . Amin . Tuhan akan melapangkan hati fikiran kita menjadi penuh kedamaian . Dari saya FO Andris wonogiri .
Feb 15, 2012 @ 02:56:54
Islam.Katholik.Kristen,Hindu,Budha dan aliran kepercayaan lainnya adalah kompas bagi manusia mengarungi lautan kehidupan. Betapa indahnya berpesta dilautan kehidupan dengan bermacam agama yang penuh damai dan cinta kasih. Kemakmuran satu negara hanya ada pada orang-orang beragama yang saling menghormati dan saling menghargai. kebetulan saya nontan di TV one edisi february 2012. disana diulas tentang orang Indonesia di Belanda yang tidak punya Mesjid unutk beribadah. Kemudian mereka menyampaikan hal ini ke seorang Pendeta di lingkungan itu. Dengan senang hati Pak Pendeta itu menyampaikannya ke jemaatnya. Dan hasilnya Gereja mereka dihibahkan menjadi Mesjid supaya orang-orang Islam bisa sembahyang disana.
Betapa indahnya kalau di Indonesia tidak ada lagi Gereja yang dirusak dan dihalangi pembangunannya.
Salam damai penuh kasih.
Jun 10, 2012 @ 08:32:21
saya sangat setuju dengan artikel ini, saksi jehovah memang sangat menjunjung ajaran alkitab sehingga menjadikan kegiatan dari rumah ke rumah sebagai pekerjaan yang penting karena menurut mereka inilah tanda dari kristen sejati, saya pernah mengunduh pdf buku dari http://www.jw.org dan memang sangat terlihat mereka menghargai alkitab..
Agu 28, 2012 @ 09:33:40
indah,,itu adl kesan sy membaca pesan ini..semoga stp insan yg membaca artikel ini menjadi lebih sempurna lagi imannya dlm bertoleransi thd orang lain:) God bless you all….
Nov 26, 2012 @ 17:46:12
Keren yah ternyata ajaran Saksi Jehovah tidak seperti kristen” lain.. Malah seperti Islam..
Nov 28, 2012 @ 10:59:29
Terimakasih telah bersikap ramah terhadap ke dua saudara kami,
Saksi yehuwa memang senang bertukar pikiran mengenai problem yang diderita seluruh umat manusia seperti membesarkan anak, ekonomi, pekerjaan, pendidikan, tujuan hidup, dan kebahagiaan. dan kami berusaha membagikan solusi tersebut kepada semua orang yang berdasarkan tulisan para nabi. Mengingat Alkitab bukanlah buku hanya untuk kaum kristiani (3/4 alkitab ditulis bukan oleh orang kristen), maka kami memiliki kebebasan berbicara untuk membagikan solusi berdasarkan alkitab, biasanya orang merasa risih berbicara topik mengenai agama, karena tidak semua orang menyambut kami. Semoga Kedamaian selalu menyertai bapak sekeluarga.
jika ingin mengetahui siapakah Saksi yehuwa silakan kunjungi web resmi kami.
http://www.jw.org/id/saksi-saksi-yehuwa/pertanyaan-umum/nama-saksi-yehuwa/
Feb 22, 2013 @ 08:03:46
2005 dibaca 2013
.
satu kalimay ja……
.
bernilai karakter sehingga memberi inspirasi tulisan bapak…….