<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: KEBERADAAN TUHAN DALAM TEORI SAINS : PERLUKAH?</title>
	<atom:link href="http://satriadharma.wordpress.com/2008/12/12/keberadaan-tuhan-dalam-teori-sains-perlukah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://satriadharma.wordpress.com/2008/12/12/keberadaan-tuhan-dalam-teori-sains-perlukah/</link>
	<description>Just another Satria Dharma weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Dec 2009 03:25:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: akhmad taufik</title>
		<link>http://satriadharma.wordpress.com/2008/12/12/keberadaan-tuhan-dalam-teori-sains-perlukah/#comment-752</link>
		<dc:creator>akhmad taufik</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2009 10:40:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://satriadharma.wordpress.com/?p=156#comment-752</guid>
		<description>Salam,

Saya jadi ingin berkomentar dalam pembahasan ini. Hal utama yang menarik disini adalah tentunya, karena kita di Indonesia wajib beragama, dan disetiap sekolah juga ada pelajaran agama disamping pelajaran sosial dan sains. Masalah keberadaan Tuhan, tentunya dibcarakan dalam mata  pelajaran agama, bukan dipelajaran sains. Kita cenderung mengatakan kedua hal ini harus dibahas secara terpisah, karena ranah nya berbeda, saya kurang sependapat. 
Agama bukanlah dogma semata, tetapi adalah dimensi yang tertinggi dari  ilmu pengetahuan.
Karena baik agama dan ilmu pengetahuan bersumber dari satu sumber, yaitu Tuhan yang Maha Sempurna. Tidak mungkin Tuhan memberikan manusia dua alat (otak yang akan berpikir secara empirik dan logis = sains &amp; sosial) dan juga hati sanubari ( berhubungan dengan agama, ruh, bathin serta gaib) yang tidak sejalan.
Agama dan ilmu pengetahuan dapat diibaratkan seperti monorail, berjalan bersama dan tidak akan bersilangan.
Jika ada sesuatu hal dimana tidak dapat diterangkan secara logika(sains), maka dianggap gaib, ajaib ataupun keramah, itu adalah karena ilmu pengetahuan belum dapat menjawabnya, logika belum bisa menerangkannya. 
Contoh perkembangan manusia, saat remaja dimaka perkembangan fisik menuju dewasa, ternyata secara alamiah mengalami mimpi basah.
Dari banyak perkembangan ilmu pengetahuan ternyata semakin membuktikan bahwa banyak hal yang tertulis di kitab suci agama terbukti.
Teori evolusi jelas dan sudah terbukti benar dan terus berlangsung. Buktinya sudah banyak, (orang Jepang dahulu sering disebut dengan suku kate, pendek, tetapi sekarang banyak yang tinggi) tetapi  apakah itu berarti bertentangan dengan agama?
Jawabannya tegas TIDAK.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam,</p>
<p>Saya jadi ingin berkomentar dalam pembahasan ini. Hal utama yang menarik disini adalah tentunya, karena kita di Indonesia wajib beragama, dan disetiap sekolah juga ada pelajaran agama disamping pelajaran sosial dan sains. Masalah keberadaan Tuhan, tentunya dibcarakan dalam mata  pelajaran agama, bukan dipelajaran sains. Kita cenderung mengatakan kedua hal ini harus dibahas secara terpisah, karena ranah nya berbeda, saya kurang sependapat.<br />
Agama bukanlah dogma semata, tetapi adalah dimensi yang tertinggi dari  ilmu pengetahuan.<br />
Karena baik agama dan ilmu pengetahuan bersumber dari satu sumber, yaitu Tuhan yang Maha Sempurna. Tidak mungkin Tuhan memberikan manusia dua alat (otak yang akan berpikir secara empirik dan logis = sains &amp; sosial) dan juga hati sanubari ( berhubungan dengan agama, ruh, bathin serta gaib) yang tidak sejalan.<br />
Agama dan ilmu pengetahuan dapat diibaratkan seperti monorail, berjalan bersama dan tidak akan bersilangan.<br />
Jika ada sesuatu hal dimana tidak dapat diterangkan secara logika(sains), maka dianggap gaib, ajaib ataupun keramah, itu adalah karena ilmu pengetahuan belum dapat menjawabnya, logika belum bisa menerangkannya.<br />
Contoh perkembangan manusia, saat remaja dimaka perkembangan fisik menuju dewasa, ternyata secara alamiah mengalami mimpi basah.<br />
Dari banyak perkembangan ilmu pengetahuan ternyata semakin membuktikan bahwa banyak hal yang tertulis di kitab suci agama terbukti.<br />
Teori evolusi jelas dan sudah terbukti benar dan terus berlangsung. Buktinya sudah banyak, (orang Jepang dahulu sering disebut dengan suku kate, pendek, tetapi sekarang banyak yang tinggi) tetapi  apakah itu berarti bertentangan dengan agama?<br />
Jawabannya tegas TIDAK.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
