
Ilustrasi: Ujian
Apakah ada korelasi antara hasil nilai Try-out dengan UNAS itu sendiri? Ternyata TIDAK ADA. Hampir SEMUA hasil ujian Try-out di berbagai daerah hasilnya JEBLOK. Tapi hasil nilai UNAS ternyata cemerlang. Jadi sebenarnya TRY-OUT yang dilakukan itu sungguh tidak ada gunanya karena tidak menunjukkan korelasi yang signifikan.
Coba tanya sama Mbah Gugel. Bandingkan antara hasil nilai Try-out dengan hasil UNAS-nya sendiri di berbagai daerah. Terjadi peningkatan nilai yang fantastis, mengejutkan, mengherankan dan sekaligus aneh bin ajaib…!
Ini sebetulnya merupakan bahan penelitian yang menarik tapi anehnya tak ada yang tertarik.
Ingin bukti…?! Coba baca data berikut ini :
- Hasil Try Out UN Kota Tanjungpinang Memprihatinkan
Untuk jenjang SLTP, persentase kelulusan hanya mencapai 6 persen. Dari 2.805 peserta try out, hanya 159 yang dinyatakan lulus. Bahkan, dari 25 SLTP, ada 14 sekolah yang kelulusannya nol persen!
Sementara, di jenjang SMK, dari 709 peserta, hanya 39 peserta yang lulus atau hanya 5 persen. Di jenjang ini, ada empat sekolah yang kelulusannya nol persen.
Sedangkan di jenjang SMA/MA IPA, persentase kelulusan mencapai 2 persen. Pada jurusan IPS, kelulusannya mencapai 5 persen, dan jurusan Bahasa nol persen!
http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=13&dn=20080306183306 - PADANG : Hasil pra-Ujian Nasional (UN) SMP, SMA dan SMK Jeblok
“Padang, Padek—Hasil pra-Ujian Nasional (UN) SMP, SMA dan SMK yang digelar 8
hingga 10 Februari lalu jeblok. Tingkat kelulusan siswa di Sumbar hanya bawah 50
persen. http://groups.yahoo.com/group/pakguruonline/message/2670“ - TEGAL : Nilai Pra-UN JEBLOK.
“MENYIKAPI jebloknya nilai pra Ujian Nasional (UN), Komisi A DPRD Kota Tegal meminta Dinas Pendidikan (Disdik) harus bertanggungjawab. Jangan sampai hasil kelulusan tahun ini (2009, red), baik SMP maupun SMA jeblok. Karena tidak ada langkah kongkrit dari Disdik, Kepala Sekolah (Kasek), guru, maupun siswa.
http://www.radartegal.com/index.php/Jebloknya-Nilai-Pra-UN-masih-Bisa-Diperbaiki.html“ - Hasil Pra UN Tiarap.
http://mdopost.com/news/index.php?option=com_content&task=view&id=17474&Itemid=9\
“SAMARINDA-Jebloknya hasil nilai pra-Ujian Nasional (pra-UN) yang dilaksanakan
Diknas Kaltim masih mengundang keprihatinan sejumlah elemen pendidikan.
http://www.samarinda.go.id/node/9430“
Bandingkan hasil Pra-UN ini dengan hasil UN mereka yang tiba-tiba melejit diatas
90% semua) - Hasil Try Out UN Hanya 20 Persen, Kadisdikpora Bintan Sebut Biasa.
BINTAN-Try out atau Ujiaan Percobaan ujian nasional (UN) yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Kabupaten Bintan secara serentak di SLTP dan SLTA sekabupaten Bintan 2010, hanya mampu menghasilkan persentase kelulusan 20 persen. http://www.batamtoday.com/news/read/2010/02/0301/19608.Hasil-Try-Out-UN-Hanya-20-Persen,-Kadisdikpora-Bintan-Sebut-Biasa.html - Gubernur: Anjlognya Hasil “Tryout” Cambuk Siswa Kalsel.
Dari hasil uji coba UN, tingkat kelulusan sementara tertinggi SMA jurusan IPA hanya 70 persen yang diraih oleh Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Selanjutnya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) tingkat kelulusan 65 persen, Banjarmasin 50 persen, Hulu Sungai Tengah (HST) 42 persen. Sedangkan kabupaten lainnya, Tabalong, 40 persen, Banjarbaru, 30 persen, Barito Kuala (Batola) 27 persen, Tanah Laut 20 persen, Tapin, 14 persen, Tanah Bumbu delapan persen, Balangan dua persen dan Kotabaru, 2 persen. Sementara tingkat kelulusan sementara untuk SMA jurusan IPS lebih parah lagi, tertinggi hanya 60 persen bahkan dua daerah yaitu Tapin dan Balangan tingkat kelulusan 0 persen.
http://id.news.yahoo.com/antr/20100224/tid-gubernur-anjlognya-hasil-tryout-camb-f9ffe45.html - Hasil Try Out Di Pamekasan Jeblok.
Rata – rata hanya 23 persen siswa peserta try out yang lulus. Ironisnya lagi, jebloknya hasil uji coba unas ini terjadi di semua tingkatan sekolah, dari SD, SMP, hingga SMA. http://berita8.com/news.php?tgl=2009-04-01&cat=5&id=9802 - Nilai “Try Out” UN di Lebak Jeblok 92,12 Persen Tak Lulus
Nilai hasil ujian “try out” yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Banten, jeblok di mana peserta yang tidak lulus mencapai 92,12 persen dari jumlah 21.247 orang.
“Saya sangat prihatin hasil pencapaian kelulusan ujian “try out” hanya 1,88 persen,” katanya. http://antara.co.id/print/1266268134 - KARIMUN, KEPRI : Siswa Belum Siap, Nilai Try Out UN Anjlok
Kemerosotan hasil nilai try out, terlihat setelah beberapa sekolah menyerahkan hasil ujian try out para siswanya ke Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun. dari 37% dari seluruh siswa jurusan IPA hanya 17% siswa yang lulus. ***
http://www.kepri-terkini.com/index.php?option=com_content&view=article&id=752:siswa-belum-siap-nilai-try-out-un-anjlok&catid=41:karimun&Itemid=56 - Hasil Try Out UN SMA Subulussalam Aceh Anjlok
SUBULUSSALAM – Hasil buruk dalam try out Ujian Nasional (UN) dialami para pelajar sekolah menengah atas (SMA) sederajat se-Pemko Subulussalam. Pasalnya hasil try out yang diprakarsai oleh Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Subulussalam, Minggu (20/12) lalu menunjukkan angka ketidaklulusan mencapai hingga 99 persen. Menurut Wildan, dari 946 pelajar yang ikut uji coba, hanya sembilan peserta yang dinyatakan lulus. http://www.serambinews.com/news/view/20460/hasil-try-out-un-sma-subulussalam-anjlok - Hasil Try Out Unas Masih Jeblok DISPENDIK WASWAS
PONOROGO-Siswa calon peserta ujian nasional(unas) tingkat SMA/SMK di Ponorogo harus belajar lebih ekstra.Pasalnya,dalam dua kali try out hasilnya masih jeblok.Hanya sekitar 60 persen siswa yang dinyatakan lulus.
Meski demikian,hasil tersebut jauh lebih bagus dibanding try out pertama.Hasil try out Januari lalu hanya terdapat 50 persen siswa yang lulus dengan grade kelulusan 5,5
http://radarmadiun.co.id/main.php?act=detail&catid=25&id=5762 - Hasil Try Out UN di Bali, 65% Lulus
Kelulusan hasil try out Ujian Nasional (UN) siswa SMA/SMK tahun ini di Bali hanya mencapai 65 persen dari total peserta 38.157 orang. http://www.beritabali.com/index.php?reg=&kat=&s=news&id=200904180004 - Hasil “Try Out” UN Jeblok, Soal Terlalu Sulit?
Sebanyak 74 persen dari seluruh siswa kelas XII SMA se-Surabaya tidak lulus try out UN yang digelar pada 18 Januari 2010. Sebanyak 13.907 (dari 18.590) siswa tidak lulus. Mereka tersebar hampir di semua sekolah, kecuali sekolah favorit. Bahkan, ada sekolah yang angka ketidaklulusannya 100 persen.
http://edukasi.kompas.com/read/2010/02/05/10432229/Hasil.Try.Out.UN.Jeblok..Soal.Terlalu.Sulit - Try Out Ujian Nasional di NTT Rendah
TEMPO Interaktif, Kupang - Hasil try out (Uji Coba) ujian nasional yang digelar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Nusa Tenggara Timur (NTT) masih rendah, hanya mencapai 40 persen. http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2010/03/01/brk,20100301-229119,id.html - Hasil try out UN tak memuaskan
UNGARAN – Try outujian nasional (UN) SMA dan SMK yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang hasilnya masih belum memuaskan.Mata pelajaran matematika hingga kini masih menjadi momok bagi para siswa. Menurut Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang Dewi Pramuningsih, ada kecenderungan para siswa meremehkan saat mengikuti try out sehingga hasilnya tak memuaskan dengan persentase kelulusan di bawah 50 persen.
http://www.wawasandigital.com/index.php?option=com_content&task=view&id=38266&Itemid=58 - SITUBONDO | SURYA – Seluruh siswa SMA Negeri Kapongan, menggelar istighotsah bersama gurunya di musala setempat. Doa bersama yang dilakukan para siswa kelas tiga ini, karena nilai hasil try out para siswa tidak memenuhi standar kelulusan yang ditetapkan. http://www.surya.co.id/2010/02/27/nilai-try-out-jeblok-siswa-istighotsah.html
Meski demikian, hasil nilai UAN kita selalu meningkat setiap tahun. Bravo…!
- “Kepala BSNP Mungin Eddy Wibowo mengatakan, kelulusan UN SMA negeri sebesar 91,36%, sementara untuk SMA swasta 95,14% dengan total jumlah peserta UN SMA sebanyak 1,5 juta siswa.
Perbedaan itu juga terjadi pada UN SMP,yaitu angka kelulusan UN SMP sekolah negeri 94,66 % dan swasta 95,32 % dengan total siswa SMP peserta UN sebanyak 3,4 juta orang.” http://epaper.suarapembaruan.com/default.aspx?iid=26581&startpage=page0000018 - “Dengan penentuan nilai minimal dalam rentang lima tahun sejak 2004 lalu peserta ujian nasional meraih nilai rata-rata terendah 4,77 dan nilai rata-rata tertinggi 7,68. “Pada ujian nasional 2008 lalu yang meraih nilai dibawah 6,00 itu sangat sedikit, hanya 2 persen saja,” http://www.bogor.net/index.php?option=com_content&view=article&id=348&Itemid=53
- “Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional Mansyur Ramly memperkirakan angka kelulusan pada tahun ini mencapai 91 persen. Angka itu, kata dia, menurun sekitar satu persen dibanding tingkat kelulusan pada tahun ajaran sebelumnya.”
Dari Tangerang, Banten, sebanyak 411 siswa sekolah tingkat menengah atas dan sekolah tingkat menengah kejuruan di Kabupaten Tangerang tidak lulus sekolah. Dengan jumlah itu, menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Ahmad Suwandi, tingkat kelulusan menurun dibanding tahun lalu, dari 98 persen menjadi 97,98 persen. http://aanrohanah.blogspot.com/2008/06/nilai-rata-rata-ujian-nasional-alami_17.html - Hasil UNAS tahun 2008/2009 tingkat SMP, MYs, dan SMP Terbuka di Sumatra Barat dari 76.446 siswa kelulusannya adalah 91,04%. http://www.antara-sumbar.com/id/index.php?sumbar=berita&j=&id=33835
- Data Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyebutkan, angka kelulusan meningkat dibanding tahun lalu. Untuk SMA dari jumlah peserta 57.509 siswa, ternyata yang lulus mencapai 55.530 siswa (96,6 persen), sedangkan yang tidak lulus hanya 1.979 siswa (3,4 persen). Padahal tahun lalu angka kelulusan siswa SMA hanya 92 persen. Demikian halnya SMK, dari 57.914 siswa ternyata yang lulus mencapai 5.915 (96,6 persen) dan tidak lulus. http://disdikdki.net/news.php?tgl=2009-06-15&cat=1&id=102
- Kabid Dikdasmen pada Disdik Pati, Jawa Tengah, Bambang Santoso mengatakan, persentase kelulusan siswa juga mendekati seratus persen. Tingkat kelulusan tahun lalu, MA jurusan Bahasa mencapai 100%, SMA jurusan IPA (99,78%), jurusan IPS (98,67%), SMK (94,93%), MA jurusan IPA (97,20%) dan jurusan IPS (97,30%). http://www.pasfmpati.com/web/index.php?option=com_content&view=article&id=770:disdik-pati-berharap-lampaui-nilai-rata-rata-un-prov-jateng&catid=1:latest-news
Padahal nilai kelulusan siswa semua jenis dan jenjang dinaikkan. Tapi toh siswa Indonesia mampu membuat prestasi. Bravo sekali lagi…!
“TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Burhanuddin Tola menyatakan pemerintah mentargetkan rata-rata nilai ujian nasional siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas mampu mencapai 7,5 pada 2014 mendatang.
Saat ini, ia mengungkapkan, pemerintah menetapkan nilai rata-rata minimal 5,5 untuk peserta ujian nasional. Nilai rata-rata itu naik tiap tahun, pada 2004 rata-rata minimal lulus siswa 4,0; pada 2005, 4,25; pada 2006, 4,5; pada 2007, 5,0; dan pada 2008, 5,25.Dengan penentuan nilai minimal dalam rentang lima tahun sejak 2004 lalu peserta ujian nasional meraih nilai rata-rata terendah 4,77 dan nilai rata-rata tertinggi 7,68.
“Pada ujian nasional 2008 lalu yang meraih nilai dibawah 6,00 itu sangat sedikit, hanya 2 persen saja, pemerintah optimis nilai rata-rata itu akan terus naik,” kata dia.
http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2009/03/16/brk,20090316-164923,id.html“ Di sisi lain, lanjut Mungin, ratarata nasional tingkat kelulusan UN SMA/MA tahun ini meningkat 2,42% dari 91,32% pada 2008 menjadi 93,74% pada 2009. Hal yang sama juga dialami untuk kelulusan UN tingkat SMP/MTs dengan naik sebesar 2,42%. “Dari 91,32% pada tahun 2008 menjadi 93,74%,”ujar Mungin. Mungin mengungkapkan,ratarata nilai UN juga mengalami kenaikan. Untuk SMA/MA naik dari 7,21 tahun 2008 menjadi 7,25.Adapun untuk SMP/MTs naik 0,46, yaitu dari 6,87 tahun 2008 menjadi 7,33 pada 2009. Secara keseluruhan, lanjut Mungin, UN terbukti meningkatkan motivasi dan semangat belajar peserta didik. Guru dan orangtua juga memberikan dukungan yang baik terhadap proses belajar siswa. “Buktinya nilai UN dari tahun ke tahun terus meningkat,”katanya.
Meski demikian BSNP tidak pernah mengatakan adanya peningkatan KUALITAS PENDIDIKAN tapi sekedar kenaikan nilai UN. http://groups.yahoo.com/group/cfbe/message/38759
Jadi apa yang mau dikuatirkan…?!
Satria Dharma
Balikpapan, 10 Maret 2010
Mar 11, 2010 @ 00:41:13
Apakah ada korelasi antara hasil nilai Try-out dengan UNAS itu sendiri? Ternyata TIDAK ADA. Hampir SEMUA hasil ujian Try-out di berbagai daerah hasilnya JEBLOK. Tapi hasil nilai UNAS ternyata cemerlang. —> kalau cuma dilihat dari hasil nya doang ya ndak ada korelasi nya pak,…
tapi klo di lihat dari usaha nya ini jelas berhubungan sekali,… karena mengetahui nilai TRY OUT nya jeblok para siswa akan belajar lebih giat dalam menghadapi UN,… sehingga hasil nya lebih memuaskan. Coba kalau ndak ada TRY OUT??? tidak ada latihan??? ingat lah sebuah ungkapan “Bisa karena Biasa” latihan membuat anda sempurna…. Jadi apa yang harus di teliti????
Mar 11, 2010 @ 00:56:21
Telitilah masing-masing soal try-out dan UNAS tersebut. Apakah soal yang diujicobakan itu sama jenis dan bobotnya dengan soal UNAS itu sendiri? Kalau jenis, bobot dan tingkat kesulitannya sama lantas mengapa terjadi ketimpangan yang begitu jauh? Kalau ternyata tidak sama mengapa terjadi? Siapa yang membuat soal ujicoba yan ceroboh tersebut? Mengapa memberikan soal ujicoba yang ternyata tidak sama dengan yang akan diUNAS-kan? Bukankah itu sebuah kesalahan dalam ilmu evaluasi?
Kalau mau melatih anak-anak dengan soal UNAS lantas mengapa bobotnya berbeda? Mengapa itu ditolerir? Kalau sekedar usaha mengapa tidak melakukan usaha yang mendekati dengan UNAS itu sendiri? Mengapa justru usahanya tidak memiliki korelasi?dll… dll…
Mar 11, 2010 @ 07:03:32
hihihi kalau diliat dari kasus yang anda paparkan di artikel, kita bisa ambil logika kalau bobot nya sama,… orang soal-soal Ujian yang keluar itu2 aja ndak jauh2 dari teori yang diajarkan. Kenapa saya ambil logika demikian karena dulu pas UMPTN saya sering Try Out
berikut contoh kecil : Misal begini di Try Out ada soal berapa luas Bujursangkar dengan sisi 4 cm. karena ndak bisa anak tersebut memilih jawaban 8 cm persegi. Karena salah maka nilai try out nya jeblok. kemudian dia belajar tentang cara menghitung luas bujur sangkar. Kemudian di UNAS ada soal yang sama dengan angka diganti sisi nya = 5 cm. Apakah anak itu bakalan menjawab dengan jawaban 10 ???
Mar 11, 2010 @ 04:12:34
Bagaimana jika maksud try out itu untuk uji coba soal, bukan uji coba kemampuan anak?
Utk uji coba (try out) mestinya bobot soalnya jauh lebih tinggi. Uji coba tsb utk menentukan level mana sebaiknya soal UNAS akan dibuat.
Hasil Try out jelek semua, oleh karena itu bobot soal unas diturunkan,sedemikian shg hasilnya lebih baik.
Sebaliknya jika soal try out nya terlalu rendah bobot nya dan semua lulus, malah tidak mudah utk menentukan kemampuan siswa.
Mar 11, 2010 @ 04:31:51
Oooo… jadi bobot kesulitan soal UNAS itu ditentukan oleh hasil nilai try-outnya ya…?! Jadi tingkat kesulitannya bisa naik-turun sesuai dengan hasil try-out…? Hmmm… pendapat yang lumayan! Lumayan ngawur maksudnya.
Coba baca ini :
“Mansyur menjelaskan, tingkat kesulitan soal UN mendatang hampir sama dengan tahun ini. Hal itu disesuaikan dengan kemampuan siswa saat ini. Sebab, berdasarkan studi penelitian yang dilakukan Balitbang, sarana prasarana dan mutu pendidik saat ini belum mampu mendorong kemampuan peserta didik untuk menerima tingkat kesulitan soal yang lebih tinggi.”
http://ujiannasional.org/tingkat-kesulitan-soal-un-2010-tidak-naik.htm
Mar 11, 2010 @ 14:05:41
bobot soal try out biasanya tak jauh-jauh dari soal UAN. mestinya hasil try out juga tidak jauh beda dengan nilai uan. Jika ada perbedaan yang sangat menyolok, tentu ada yang aneh bin ajaib.
tapi persoalan UAN memang bukan semata soal nilai ujian siswa. UAN menyangkut nasib siswa, nasib sekolah, nasib penyelenggara sekolah, nasib masa depan banyak orang. Sehingga hasil UAN bisa jadi merupakan resultan dari berbagai kepetingan yang komplek tersebut diatas. intinya, ada yang harus terselamatkan dari hasil UAN tersebut, sehingga ada kekuatan ekstra yang diupayakan untuk mendongkrak nilai, bagaimanapun caranya. Ini mungkin yang agak bisa menjelaskan kenapa perbedaan hasil try out dan UAN itu begitu mencolok…. (semoga salah)
Mar 20, 2010 @ 13:39:07
Setuju pak, Harap dilakukan penelitian lebih lanjut. dan kita akan menemukan sesuatu yg menggelikan heheheheeee…….
Apr 05, 2011 @ 09:23:58
salam,
saya setuju dengan pak satria, kalau tryout sekarang BELUM berkorelasi dengan UN. saya praktisi pendidikan, dilapangan, ketika saya tanya siswa dan orangtua siswa, mereka mengeluhkan banyaknya tryout. bahkan beberapa guru pun merasa “kasihan” melihat kesibukan siswa.
keluhan-keluhan ini tidak akan hilang walaupun sebanyak apapun tryout dilakukan.
keluhan-keluhan para orangtua dan siswa tersebut diantaranya :
- si A mendapatkan nilai 6,00 untuk matematika, yang menjadi pertanyaan : materi apa yang harus diperbaiki? apa harus semua dipelajari kembali?
- si B mendapatkan nilai 9,00 untuk matematika, yang menjadi pertanyaan : dengan kualitas soal seperti apa mendapakan nilai seperti itu? apa yang mudah, setara UN atau lebih sulit dari UN?
menurut analisa saya (maaf kalau salah), analisa butir soal yang ada saat ini seperti analisa tingkat kesulitan, lebih menekankan kepada analisa soal, bukan analisa kesiapan siswa. karena perhitungan analisa tersebut berdasarkan jawaban peserta ujian. jika banyak yang benar maka mudah, jika sedikit maka sulit, dan tengah-tengah berarti sedang. inilah yang menjadi pangkal sebab, pemerintah sulit menaikan mutu pendidikan, karena standar tingkat kesulitan tergantung peserta.
sebagai contoh : jika ada soal 2-5 = … dan peserta dipelosok A banyak yang menjawab salah, maka soal tersebut dianggap sulit. dengan demikian standar soal akan diturunkan. padahal, di kota B mungkin soal tersebut dianggap mudah. artinya standar tiap sekolah/daerah akan bervariasi tergantung siswa. SEHARUSNYA siswa/sekolah yang mengejar standar pemerintah.
melalui proses penelitian, akhirnya saya menemukan gagasan/konsep untuk mengetahui kesiapan siswa (atau mengkorelasikan antara tryout dan UN). saya coba kemukakan ide ide ke beberapa orang ( guru,kepsek,bimbel,orangtua siswa, siswa) , alhamdulillah mereka antusias terhadap ide ini.ide ini bertema “Pendeteksi Dini Kemampuan Anak/Siswa Untuk Pencapaian Target pendidikan dan Pemerataan mutu pendidikan berupa laporan terperinci”.
konsep ini saya susun dengan harapan dapat membantu berbagai pihak demi terwujudnya pendidikan yang berkualitas. Adalah suatu kebanggaan bagi saya jika hasil buah pemikiran saya dapat turut serta membangun bangsa dan dapat menjadikan saya menjadi pribadi yang mandiri.
demikian salam perkenalan dari saya, saya kan sangat senang jika ada yang ingin bersilaturrahim dan mendiskusikan ini.
wassalam,
Juan Rachman
aa_djoean@yahoo.com
Apr 21, 2011 @ 10:06:37
salam kenal dariku
bagaimana kita melihat hasil ujian nasional, karena ada kejanggalan di sma al-irsad dikota tegal. istriku sejak SD,SMP,SMA hasil ujian semester atau triwulan selalu mendapat nilai yang baik dan di sma al-irsad juga dia selalu ditunjuk untuk mewakili cerdas cermat atau adu ketangkasan. dia juga mengingat jawaban hasil ujian sampai didalam pikirannya dia merasa tenang, tapi apa yang dilakukan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. ada banyak ancaman dan kecaman dari pihak guru yang tidak memperbolehkan murid-murid sma al-irsad privat ke bu guru…..yang telah keluar dari sma al-irsad karena difitnah oleh salah satu guru yang tidak senang dengannya, tapi ko kenapa istriku yang jadi korban kemarahan guru sma al-irsad tersebut. istriku dan teman yang satu kelompok yang privat sampai mendapat paket c semuanya dan disuruh mengulang dan sehabis mengulang dia mendapatkan nilai sempurna tanpa mencontek. saya pengin keadilan yang sangat mendalam, karena sakit sekali apa yang sudah kita kejar dan impi-impikan ternyata direkayasa seseorang yang tak bertanggung jawad. sebelumnya juga ada guru sma al-irsad yang menawarkan mau lulus atau tidak, katanya kalo mau lulus kamu harus bayar 1,5 juta dan kalo tidak kamu tidak akan lulus, istriku menjawab, saya percaya akan kemampuan saya bisa diandalkan dan tidak sulit bagiku untuk mendapat nilai yang baik karena saya tidak pernah menyogok dengan cara yang haram. tolong semuanya dibantu, bagaimana negeri ini mau maju.
Apr 21, 2011 @ 10:12:43
tolong dibantu…..!!! saya pengin melihat hasil ujian yang asli dari departemen pendidikan kota tegal di sma al-irsad tahun 2006,2007