Andrea Hirata : Grandmaster Humor di Atas Kesedihan

4 Komentar

Andrea Hirata

Andrea Hirata Seman Said Harun. Wikipedia.

Saya baru saja menyelesaikan membaca buku karya Andrea Hirata yang terbaru, sebuah novel dwilogi dalam satu buku, yaitu Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas, dan masih merasakan betapa luar biasanya buku ini.
Andrea Hirata telah menjadi penulis favorit saya sejak novel Laskar Pelanginya yang telah diterjemahkan dalam beberapa bahasa tersebut dan dwiloginya ini semakin meneguhkan dirinya sebagai seorang Grandmaster in Story Telling.

Dwiloginya ini benar-benar semakin menunjukkan kehebatannya sebagai seorang pencerita ulung. Saya meramalkan bahwa ia akan menjadi seorang penulis kelas dunia tak lama lagi dan saya mensejajarkankannya dengan Khaleed Hosseini yang terkenal dengan buku Kite Runner-nya tersebut. Saya bahkan memberikan kredit tambahan kepada Andrea Hirata karena kehebatannya memainkan imajinasinya. Ia seorang Grandmaster dalam kategori yang unik, seorang penulis cerita tentang kepedihan dan kesedihan hidup dengan cara olok-olok yang sangat satiris dan sekaligus lucu amat sangat.

Khaleed Hosseini adalah seorang penulis cerita tragedi dan ironi kehidupan dengan tingkat kepedihan yang sangat mengiris sehingga kita akan merasakannya begitu menyayat sampai ke tulang sumsum dan itu membuatnya sangat terkenal. Andrea Hirata juga mampu membuat sebuah cerita tentang ironi penderitaan hidup dalam tingkatan yang juga menyayat tapi sekaligus mampu meramunya dengan cara bertutur yang sangat jenaka dan bahkan konyol sehingga kita akan tertawa, menertawakan kekonyolan dan ironi hidup tersebut, sampai terpingkal-pingkal. Anda akan heran dibuatnya! Bagaimana mungkin kepedihan hidup tingkat tinggi sebegitu macam mampu diramu menjadi olok-olok yang tak terperikan lucunya?
Lagi

RESESI GLOBAL DAN PEMILU

1 Komentar

IlustrasiDear all,
Saya tidak suka menyebarkan pesimisme tapi resesi global ini nampaknya memang kelabu. Joseph Stiglitz, pemenang Nobel Ekonomi th 2001, meramalkan bahwa akan ada 30 juta pekerja yang akan terpaksa tersingkir dari pekerjaannya dan bahkan bisa meningkat menjadi 50 juta orang. Jangan tanya soal angkatan kerja baru yang akan melongo melihat begitu panjangnya antrian dan sengitnya persaingan untuk mendapatkan pekerjaan yang paling remeh sekali pun. Dan ini akan berdampak lebih besar pada negara-negara sedang berkembang seperti negara kita. Gambaran yang lebih kelabu adalah bahwa akan ada sekitar 200 juta manusia di dunia ini yang akan turun derajat menjadi kelompok ‘rakyat miskin’ jika penanganan resesi ini tidak cepat dan tepat (1)
Lagi

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.