
Andrea Hirata Seman Said Harun. Wikipedia.
Saya baru saja menyelesaikan membaca buku karya Andrea Hirata yang terbaru, sebuah novel dwilogi dalam satu buku, yaitu Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas, dan masih merasakan betapa luar biasanya buku ini.
Andrea Hirata telah menjadi penulis favorit saya sejak novel Laskar Pelanginya yang telah diterjemahkan dalam beberapa bahasa tersebut dan dwiloginya ini semakin meneguhkan dirinya sebagai seorang Grandmaster in Story Telling.
Dwiloginya ini benar-benar semakin menunjukkan kehebatannya sebagai seorang pencerita ulung. Saya meramalkan bahwa ia akan menjadi seorang penulis kelas dunia tak lama lagi dan saya mensejajarkankannya dengan Khaleed Hosseini yang terkenal dengan buku Kite Runner-nya tersebut. Saya bahkan memberikan kredit tambahan kepada Andrea Hirata karena kehebatannya memainkan imajinasinya. Ia seorang Grandmaster dalam kategori yang unik, seorang penulis cerita tentang kepedihan dan kesedihan hidup dengan cara olok-olok yang sangat satiris dan sekaligus lucu amat sangat.
Khaleed Hosseini adalah seorang penulis cerita tragedi dan ironi kehidupan dengan tingkat kepedihan yang sangat mengiris sehingga kita akan merasakannya begitu menyayat sampai ke tulang sumsum dan itu membuatnya sangat terkenal. Andrea Hirata juga mampu membuat sebuah cerita tentang ironi penderitaan hidup dalam tingkatan yang juga menyayat tapi sekaligus mampu meramunya dengan cara bertutur yang sangat jenaka dan bahkan konyol sehingga kita akan tertawa, menertawakan kekonyolan dan ironi hidup tersebut, sampai terpingkal-pingkal. Anda akan heran dibuatnya! Bagaimana mungkin kepedihan hidup tingkat tinggi sebegitu macam mampu diramu menjadi olok-olok yang tak terperikan lucunya?
Lagi
Dear all,