KENANGAN UNTUK IBUNDA
ALMARHUMAH IBU HAJJAH HAFSAH BINTI ISMAIL

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamua alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Innaa Lillahi wa Innaa Ilaihi Raji’un
Sesungguhnya setiap mahluk hidup akan mengalami kematian.
Sesungguhnya kita semua adalah milik Allah dan kita semua akan kembali ke Hadirat-Nya.

Pertama-tama saya mewakili keluarga besar Hasyim Mahmud, Yayasan Airlangga di Balikpapan dan Yayasan Widya Dharma Shanti di Denpasar mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas kesediaan saudara-saudara sekalian untuk hadir pada acara pelepasan jenazah Ibunda kami ini untuk dikebumikan.
Yang saya cintai Ayahanda M Hasyim Mahmud dan saudara-saudaraku semua serta para Hadirin dan Hadirat yang saya muliakan,

Pada pagi hari ini kita berkumpul disini untuk mengantarkan Ibunda kami Hajjah Hafsah Ismail. Beliau telah dipanggil menghadap Yang Maha Kuasa dengan tenang pada hari Senin, 24 Januari,pada sekitar pukul 20.00 WIB di rumah sakit Medika Serpong BSD Tangerang

Foto Mama, Ibunda Hj. Hafsah Hasyim Mahmud

Beliau lahir di Muara Badak, Kalimantan Timur, pada tanggal 16 Februari 1934 sehingga pada saat meninggal, usia beliau sudah mencapai 76 tahun lebih. Beliau meninggal di rumah sakit Medika Serpong BSD setelah dioperasi jantung by-pass. Beliau memang telah menderita sakit pembuluh jantung koroner selama belasan tahun dan belakangan memang sering mendapat serangan. Beliau telah berobat ke beberapa dokter spesialis terbaik di Indonesia maupun di Singapura dan semua memang mengatakan hanya operasi jantung by pass yang memungkinkan untuk kondisi beliau. Beliau telah menolak opsi ini sejak belasan tahun yang lalu karena tidak ingin dioperasi. Beliau akhirnya hanya mendapat obat jalan dan tidak boleh melakukan aktivitas berat karena bisa mendapat serangan mendadak. Meski demikian beliau tetap melakukan aktivitas-aktivitas sosial dan bepergian ke mana-mana dengan kondisi beliau tersebut. Kami menduga bahwa hal tersebut dimungkinkan karena semangat hidup beliau yang luar biasa tinggi dan juga karena ibadah dan doa-doa yang selalu beliau lakukan dengan rutin untuk meminta kekuatan kepada Allah. Para dokter pribadi beliau sampai heran bahwa beliau bisa bertahan belasan tahun dengan kondisi demikian dan dengan aktivitas yang begitu tinggi. Pada pemeriksaan terakhir bertahun-tahun yang lalu secara ajaib ternyata darah beliau membuat saluran baru ke jantung beliau sehingga membuat beliau bisa bertahan. Menurut dokter hal ini memungkinkan ketika darah yang tersumbat kemudian membuat saluran sendiri agar dapat dipompa ked an dari jantung. Ini tentu juga sebuah keajaiban dan kami menduga karena Allah menyayangi kami dan beliau.

Ketika mendapatkan serangan kembali sekitar sepuluh hari yang lalu aktivitas beliau memang sangat tinggi karena ada beberapa undangan perkawinan keluarga yang diikuti dengan datangnya keluarga-keluarga dari Sulsel dan daerah-daerah lain. Tentu saja Ibunda kami sangat antusias menyambut mereka dan berupaya untuk meladeni mereka dengan sebisa-bisanya. Tak ada yang lebih menyenangkan Ibunda kami ini selain menyambut dan menggembirakan tamu-tamunya. Pada saat-saat demikian itu beliau lupa bahwa beliau menderita sakit jantung dan sering mendapat serangan karena kelelahan.

Aktivitas beliau yang tinggi ini kemudian tentu membuat kerja jantung dan fisik beliau terforsir dan ketika para tamu telah kembali ke daerah masing-masing maka barulah semuanya terasa.

Biasanya jika beliau mendapat serangan maka cukup dengan memberi obat semprot kemulut , oksigen langsung ke hidung beberapa jam dan isitrahat yang cukup maka beliau akan pulih lagi. Tapi serangan ini datang berkali-kali. Kami telahmeminta beliau untuk masuk rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif tapi beliau bersikeras untuk memulihkan diri di rumah saja.

Setelah semua obat dan oksigen yang kami berikan tidak mampu lagi memulihkan kondisi beliau maka kami memaksa beliau untuk masuk ke RS Pertamina Balikpapan agar beliau bisa benar-benar beristirahat tanpa harus memikirkan apa-apa.

Kami sebenarnya tidak ingin menyampaikan ke pada siapa-siapa perihal masuknya beliau ke RS karena pasti semua keluarga dan kenalan beliau akan datang untuk membesuk dan itu akan membuat beliau tidak akan bisa beristirahat. Tapi berita beliau masuk RS dengan cepat menyebar dan kerabat dan kenalan beliau segera berdatangan tiada henti. Kami tidak bisa menghentikannya karena beliau memang senang sekali bisa bertemu dengan kerabat dan kenalannya.

Ketika tindakan di RSPB tak mampu lagi menangani sakitnya maka segeralah dirujuk ke RS Medika di BSD Serpong. Beliau langsung masuk ICU dan kami semua anaknya bergegas meninggalkan semua pekerjaan kami untuk menemani dan menguatkan hati beliau. Beliau tak sedikit pun kehilangan keceriaan dan semangat hidupnya. Padahal berbagai selang infus dan monitor bergelantungan ditubuh beliau. Pada saat demikian pun beliau masih juga mengingat keluarga-keluarga di Jakarta dan meminta agar mereka diberitahu perihal keberadaan beliau di Jakarta.Tentu saja ini segera menyebar dan sanak keluarga di Jakarta pada berdatangan ke RS Medika. Saya terheran-heran melihat mereka mau mengorbankan waktu, tenaga, dan perhatian untuk datang ke Serpong yang berjarak 3 – 4 jam dari tempat tinggal atau kantor mereka dan bertahan sampai larut malam untuk menemani kami mendoakan beliau. Sering kami mengusir mereka secara halus dari RS agar tidak kemalaman di jalan kembali kerumah mereka.

Di RS Medika diagnosanya sama dan satu-satunya cara untuk menyelamatkan beliau hanyalah operasi jantung by-pass karena saluran darah ke jantung beliau sebelah kiri telah tertutup seratus persen dan yang kanan telah tertutup 90%. Saluran barunya juga telah tak mampu mengatasi aktivitas jantung dan satu-satunya cara hanyalah dengan membuatkan saluran baru agar darah bisa mengalir dari dan ke jantung. Ibunda kami telah menolak opsi ini belasan tahun yang lalu tapi kami tidak punya pilihan lain. Beliau tidak mungkin kembali pulih seperti sebelum beliau masuk RS dan tidak mungkin kami membiarkan beliau terus-menerus berada di ICU yang itu pun sering beliau mendapat serangan. Kami tidak tega melihat beliau terus menerus menderita.

“Serahkanlah segala sesuatunya kepada ahlinya’, demikian kata sebuah hadist, dan kami telah memanggil para ahlinya. Mereka menganjurkan operasi jantung by-pass sebagai satu-satunya alternatif dan kami percaya pada para ahli tersebut. Jadi kami kemudian sepakati tindakan tersebut. Beliau yang semula menolak akhirnya menyerah juga dan ingin agar segera dilakukan tindakan.

Setelah tiga hari di ICU akhirnya beliau dioperasi oleh tim dokter RS Medika pada hari Jum’at 21 Januari 2011 setelah Maghrib. Operasi berjalan kira-kira 6 jam dan beliau kembali ke ruang ICU pada sekitar pukul 12 malam. Alhamdulilah operasi berjalan lancer dan sukses. Operasi by-pass dapat dilakukan dengan baik dan tidak ada komplikasi. Kami semua gembira meski tetap cemas karena yang lebih berat adalah masa pemulihan. Beliau adalah pasien tertua yang pernah dioperasi oleh para dokter tersebut dan kondisi beliau tidaklah prima.

Sabtu pagi saya ke RS dan saya minta Ayahanda dan saudara-saudara yang lain agar kembali ke hotel untuk mandi dan makan pagi setelah berjaga semalaman. Perawat kemudian menemui saya dan berkata bahwa beliau telah sadar dan bicara tapi tidak jelas bicaranya. Mungkin karena gigi palsu beliau dilepas dan menanyakan gigi palsunya. Bukan main gembiranya saya melihat beliau telah siuman! Ketika saya mendatangi beliau di ruang ICU beliau mulai berbicara pada saya tapi tidak jelas apa yang dikatakannya karena gigi palsu bagian atas beliau tidak ada sehingga terdengar hanya sebagai gumaman saja. Saya kemudian meminta beliau untuk berzikir saja sampai kondisinya pulih kembali. Jelas sekali bahwa operasi jantung bypassnya berhasil dan beliau juga sadar dengan cepat. Rasanya sebagian besar beban yang ada dalam dada saya terangkat karena leganya. Padahal sebelumnya saya menangis tersedu-sedu ketika melihat betapa lemah dan tak berdayanya beliau ketika di ICU.

Setelah sadar beliau kemudian dikerubuti oleh anak-anak beliau yang lain yang ingin melihat keadaan beliau. Beliau juga ingat siapa masing-masing yang mendatanginya. Dan ketika gigi palsunya telah dipasang beliau bahkan banyak bercerita sehingga diingatkan oleh anak-anaknya untuk berhenti berbicara dan menghemat tenaganya. Masa kritis pemulihan belumlah selesai dan lebih baik beliau beristirahat dan berdzikir. Beliau kemudian berdzikir terus menerus dan anak-anaknya meninggalkan beliau beristirahat.

Keesokan harinya kondisi beliau semakin membaik. Beliau telah sadar sepenuhnya dan bahkan telah bisa minum lewat oral. Beliau bahkan sudah bisa makan sup lewat sedotan. Tapi ternyata hari Seninnya kondisi beliau semakin memburuk. Sejak siang hari kondisinya merosot dan tekanan darah beliau turun dan bahkan tak mampu menerima infus. Maklumlah karena usia beliau memang sudah tua dan beliau tidak pernah mencapai kondisi prima sejak masuk RS di Balikpapan. Operasi besar seperti ini jelas telah menghabiskan sisa-sisa tenaga beliau yang ada sehingga untuk kembali pulih sungguh sangat berat bagi tubuh beliau. Para dokter berdatangan dan mengerubuti beliau untuk memberikan tindakan. Tapi semua tindakan ternyata tak mampu untuk menyelamatkan nyawa beliau dan pada pukul10 malam hari Senin itu beliau menghembuskan nafas terakhir dengan tenang. Inna lilahi wa inna ilaihi roji’un!

Bapak-Ibu dan hadirin sekalian,

Ibunda kami ini meninggalkan suami, yaitu M Hasyim Mahmud, Ayahanda kami dan 11 orang anak dengan menantu dan cucu-cucunya yaitu :
M. Hasyim Mahmud (suami)
Anak-anak dan menantu :
Surya Insani Ikowati (Oki) dan Eddy Subrata
Satria Dharma dan Ika Padmasari
Mulia Hayati Deviantie (Tammy Mustika) dan almarhum IGP Mustika
Rohyati Wahyuni Triana dan Gunawan Munawar
Alim Akbar Jaya dan Lusi Ristianti
Agung Sakti Pribadi dan Ririn Kusdyawati
Indah Sukmawati dan H Sutrisno
Mustika Hikmawati dan Choirul Umam
Elly Savitri dan Sugiharto Panca Karyaningadi
Abdilah Takwa Imanuddin dan Siti Fatimah
Bobby Nurfalah Setiawan dan Baiq Jalilaturrrahmi (Ella)

Semasa hidupnya, Ibunda kami ini sangat menyayangi anak-anaknya dan telah melakukan kerja keras agar kami anak-anaknya ini bisa hidup dengan sejahtera seperti saat ini. Beliau benar-benar membanting tulang agar dapat menghidupi kami pada saat kami semua masih kecil dahulu. Berbagai cara untuk memberi kehidupan kepada kami dilakukan sepanjang itu halal. Ibunda kami ini adalah benar-benar ibu yang penuh kasih dan sayang kepada anak-anaknya. Kami, anak-anaknya,benar-benar dilimpahinya dengan kasih sayang beliau yang tak pernah habis-habisnya itu. Begitu sayangnya beliau pada anak-anaknya sehingga kami sering mengingatkan beliau bahwa kami semua ini telah dewasa dan tidak perlu dibela dan dilindungi seperti anak-anak lagi.

Almarhumah Ibu kami ini adalah merupakan figur yang sangat jujur dan merupakan teladan bagi kami semua. Meski kehidupan kami dulu sangatlah sukar karena Ayah dan Ibu kami harus menanggung 11 orang anak tapi Ibunda kami tetap mewanti-wanti ayahanda kami untuk tidak membawa harta yang haram ke rumah. Beliau sangat melindungi kami dari makanan yang tidak halal. Ini adalah sikap dan prilaku terpuji yang selalu kami kenang sebagai anak-anaknya.

Selain itu, Ibunda kami ini adalah orang yang sangat welas asih terhadap orang yang yang kekurangan atau orang miskin. Beliau sangat mudah tersentuh hatinya untuk membantu orang-orang yang miskin dan membutuhkan. Begitu mudahnya beliau untuk mengeluarkan hartanya kepada siapa saja yang membutuhkan sehingga kami anak-anaknya sering mengingatkan bahwa tidak semua orang itu seperti nampaknya dan adaorang-orang yang memang sengaja memanfaatkan kemurah-hatian beliau. Tapi beliau tidak pernah berubah dari sifat pemurahnya tersebut.

Kepada anak-anak dan cucu-cucunya beliau terlebih lagi sayang dan pemurahnya. Ibaratnya, apa saja yang dimiliki oleh beliau selalu ingin dibagi-bagikannya kepada anak-anak dan cucu-cucunya.

Selain itu, Ibunda kami ini adalah orang yang sangat ramah dan familier terhadap siapa saja. Beliau orang yang sangat mudah bergaul dengan siapa saja,baik dari kalangan bawah hingga kalangan atas. Beliau juga disukai oleh teman-teman beliau karena beliau juga sangat perhatian terhadap kawan-kawannya. Ketika tahu bahwa beliau meninggal maka banyak kerabat dan teman-teman beliau yang menelpon kami sambil menangis dan menyatakan betapa mereka kehilangan figur seorang ibu yang menyayangi mereka seperti anak sendiri. Bahkan ada beberapa orang yang kami pikir hanya mengenal beliau sambil lalu tapi ternyata memiliki kenangan yang sangat spesial kepada beliau.

Begitu besarnya perhatian orang terhadap beliau sampai-sampai mereka berdatangan dari berbagai daerah sekedar untuk mengantarkan beliau ke kubur. Bantuan berdatangan dengan tanpa kami minta dari berbagai pihak. Bahkan pada malam itu juga kami langsung bisa mendapat tiket untuk kembali ke Balikpapan pada Subuh hari. Semua urusan berjalan begitu lancar sehingga kami terheran-heran. Bahkan ketika jenazah tiba di airport Sepinggan pada pagi hari itu rombongan diantar oleh voorijder dan mobil polisi sampai kerumah. Saya tak tahu siapa yang mengusahakan itu semua.

Meski informasi meninggalnya beliau baru menyebar pada larut malam harinya tapi pada pagi itu tamu-tamu berdatangan dari mana-mana. Karangan bunga juga berdatangan terus menerus. Hadir pada acara sholat jenazah pagi itu para kerabat dan para tamu seperti Bapak Imdaad Hamid, Walikota Balikpapan, Bapak Rizal Effendi, Wakil Walikota Balikpapan, dan beberapa anggota DPRD Kota Balikpapan. Dari kalangan lain hadir juga Pimpinan Pondok Pesantren Ustad Nashirul Haq beserta beberapa petingginya. Yang istimewa adalah hadirnya beberapa pemulung yang selalu mendapat bantuan natura dari beliau secara rutin. Dengan menangis mereka bercerita bahwa mereka sungguh kehilangan tempat menumpahkan curahan hati. Beliau memang suka mengajak mereka mengobrol dan mereka juga suka bercerita pada beliau. Teman dan kenalan beliau memang sangat banyak dan luas. Bahkan saya dan anak-anaknya yang lain tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan ketenaran dan banyaknya teman-teman beliau. Beliau benar-benar orang yang disukai oleh semua kalangan dan selalu menghidupkan suasana di mana beliau hadir. Beliau juga sangat dihormati dan disayangi oleh semua orang sehingga ketua DPRD Propinsi Kaltim mencium tangan beliau jika bertemu!

Kami sangat merasa kehilangan Ibunda kami ini. Tak perlu ditanyakan betapa sedihnya kami dengan kehilangan ini. Beliau adalah magnit kami selama ini. Kemana pun beliau berada ke sanalah kami menuju. Dan setiap berkumpul bersama keluarga adalah saat-saat menyenangkan. It’s joy and happiness all the time.

Meski pun demikian kami merelakan Ibunda kami ini berpulang ke Rahmatullah karena tentulah Allah lebih menyayangi Ibunda kami ini dan telah menyiapkan tempat di sisiNya.

Bapak-Ibu dan hadirin sekalian,

Kami mohon agar saudara-saudara bersedia ikut berdoa agar arwah beliau diterima di sisi Allah SWT sesuai amal dan ibadahnya serta diampuni segala dosanya. Saya mengajak agar semua yang mengenal beliau untuk membukakan pintu maaf atas kesalahan, kealpaan maupun kehilafan almarhumah Ibunda kami ini, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.
Marilah kita iringi kepergian Ibunda Hafsah Hasyim dengan doa ikhlas kiranya Allah Subhanaha Wa Ta’ala menganugerakan magfirah-Nya kepada beliau dan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Amin! Juga saya mengajak hadirin untuk bersama-sama membaca Surat Al Fatihah bagi Arwah beliau.

AlFatihah……

Akhirnya, atas nama Keluarga Besar Hasyim Mahmud, Yayasan Airlangga,dan Yayasan Widya Dharma Shanti, saya mengucapkan terimakasih sekali lagi atas kesediaan saudara-saudara sekalian untuk mengantarkan jenazah Ibunda kami untuk dimakamkan di pemakaman Pupuk.

Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada individu dan lembaga yang mengirimkan karangan bunga sebagai berikut ini :
1. Pimpinan dan staf Bandara Sepinggan Balikpapan
2. Pimpinan dan staf Bandara Hasanuddin Makassar
3. PT Pupuk Kaltim Jakarta
4. PT Pupuk KaltimBalikpapan
5. Pimpinan dan Staf Bag Keuangan PT Angkasa Pura Persero Jakarta
6. Pimpinan dan Staf Bag Keuangan PT Angkasa Pura Persero Makassar
7. Pengurus PKK Kota Balikpapan
8. BPC KKSS Balikpapan
9. PT Telkom Kalimantan
10. APTISI Komisariat Balikpapan
11. APTISI Wilayah Kaltim
12. Himpunan Masyarakat Sinjai
13. Globalindo Taksi
14. PT Bank Muamalat
15. PT Bank BTN
16. Ketua DPRD Propinsi Kaltim
17. Ketua Partai Golkar DPD Kaltim
18. Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim
19. Pengurus Partai Demokrat DPC Balikpapan
20. Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum
21. PT Angkasa Pura Persero
22. Walikota Balikpapan, Imdaad Hamid SE
23. Wakil Walikota Rizal Effendi SE
24. Tim Kampanye Rizal – Heru
25. Fakultas Ilmu Sosial (FISIP) UNAIR
26. SMK Airlangga
27. SMP Airlangga
28. STIKOM Airlangga
29. Keluarga Aminuddin Rukka
30. Keluarga Iskandar Andi Nuhung, Bogor
31. Keluarga Widiharti, Jakarta
32. Kel Setyo Nugroho, Wonogiri
33. STIE Madani
34. Keluarga Fahruri
35. Dan lain-lain yang tidak sempat kami catat.

Secara khusus saya juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada teman-teman yang tidak putus-putusnya mengirimkan ucapan belasungkawa. Hampir semua Wilayah dan Cabang Ikatan Guru Indonesia (IGI) di seluruh Indonesia, Perkeumpulan Sepeda Sekolah Indonesia (SSI), PT CBE, Keluarga IKA Unesa, dll mengirimkan ucapan turut berbelasungkawa baik melalui email, BBM, maupun SMS. Bahkan teman-teman yang belum pernah bertemu pun mengucapkan turut berdukacita. Itu sungguh mengharukan hati kami dan kami sangat menghargai ucapan yang tulus tersebut. Semoga amal ibadah Anda semua dibalas dengan setimpal oleh Allah SWT. Amin!

Wabillahi taufik wal hidayah

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Satria Dharma
Balikpapan, 25Januari 2011

Iklan