Dunia adalah keajaiban, yang indah dan misterius!
Saat saya menyantap hidangan dessert ice cream Walls di ketinggian lebih dari 10.000 kaki dalam perut pesawat Garuda pada perjalanan pulang dari Jakarta ke Balikpapan…

Anak bungsu saya mungkin sedang mengayuh sepeda meluncur dari ketinggian ujung jalan bersama anak-anak tetangga sambil berteriak-teriak gembira. Kesenangan tak terperikan.

Pada saat yang sama ribuan jamaah haji baru saja mendarat di bandara King Abdul Aziz, Jeddah dengan seragam ihram putih berbaris rapi dengan bibir tetap melantunkan dzikir. Kelelahan yang penuh khidmat.

Para induk burung elang di ketinggian puncak-puncak gunung sibuk menyuapi bayi-bayi mereka dengan mulut menganga kelaparan satu persatu. Cinta yg tak terlukiskan.

Ikan-ikan berenang dengan cepat dalam gerombolan besar menuju perairan yg lebih hangat di Samudera Pasifik. Keharusan yg tak pernah ditanyakan.

Seekor cicak mengendap-endap perlahan dari balik celah retakan tembok sambil menatap tanpa berkedip pada seekor serangga yg berputar-putar di dekatnya tanpa sadar maut mengintainya. Takdir yang menanti.

Mahasiswa baru dengan berbagai posisi duduk tekun mengikuti kuliah dosennya tentang perkembangan teknologi terakhir di kampus tua mereka. Harapan yg terbayangkan.

Seorang turis mancanegara memandang lekat-lekat motif batik Parangrusak yang nampak sakral dan misterius di musium batik. Misteri dalam imajinasi.

Hujan yang dinanti-nantikan akhirnya turun dengan derasnya di beberapa desa yg sudah lama dihajar oleh kekeringan. Harapan yg terbayarkan.

Seorang janda yg ditinggal mati suaminya menanti-nanti dengan harap kepulangan gadis kecil semata wayangnya dari mengaji di desa tetangga. Kerinduan dan kecemasan yg hampir tak tertahankan.

Sekelompok singa mengerkah dan mencabik-cabik seekor zebra hasil buruan mereka bersama dengan gusto di padang Afrika. Perburuan yg akhirnya menghasilkan.

Seorang lelaki yang telah bertahun-tahun di perantauan akhirnya memutuskan untuk pulang dan melamar gadis tetangga yg telah lama ditunda-tundanya. Cinta yang tersalurkan.

Seorang pensiunan memesan secangkir kopi hitam dalam gelas besar di sebuah warung kopi di sudut jalan sambil menunggu kedatangan teman sesama pensiunan sambil menyusun papan catur permainan pengisi waktu. Kemewahan waktu luang yg diimpikan.

Secangkir cappuchino di sebuah cafe kecil di ujung jalan pertigaan kota diangkat ke bibir kemudian dihirup pelan, disesap, kemudian ditelan sedikit demi sedikit. Kenikmatan yang menggetarkan.

Dunia memang penuh keajaiban!

GA 520, Jakarta – Balikpapan, 8 Oktober 2011.

Salam
Satria Dharma